RADARCIREBON.ID–Pemda Kuningan terus memperkuat transformasi digital di lingkungan birokrasi. Melalui Diskominfo digelar Bimtek Penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana Pemerintahan Digital (Pemdi), sebagai langkah strategis mempercepat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Aplikasi Teknologi Informatika (Aptika) itu berlangsung di Aula Wisma Permata Kuningan dan diikuti 40 perwakilan perangkat daerah serta bagian di lingkungan Setda Kuningan. Bimtek menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Ikhsan Ramadhan.
Kepala Diskominfo Kuningan, H Ucu Suryana mengatakan, penyusunan Arsitektur Pemerintahan Digital merupakan tahapan penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Baca Juga:Curanmor di Kadugede Digagalkan, Satu Pelaku Ditangkap WargaTabrakan Nmax dan Truk di Jalan Siliwangi Kuningan, Pemotor Kritis
Menurutnya, arsitektur pemerintahan digital menjadi cetak biru yang mengintegrasikan proses bisnis, data, infrastruktur, aplikasi, hingga sistem keamanan sebagai fondasi pembangunan layanan digital yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.
“Arsitektur Pemerintahan Digital menjadi fondasi dalam menyelaraskan layanan digital pemerintah sehingga seluruh perangkat daerah memiliki arah yang sama dalam membangun layanan yang saling terintegrasi. Melalui penyusunan arsitektur ini diharapkan tidak lagi terjadi silo system, pemanfaatan layanan bersama (shared services) dapat dioptimalkan, serta penggunaan anggaran teknologi informasi menjadi lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah penyusunan arsitektur selesai, setiap perangkat daerah juga diwajibkan menyusun Peta Rencana (Roadmap) Pemerintahan Digital sebagai dokumen implementasi yang memuat target, tahapan pelaksanaan, kebutuhan sumber daya, hingga jadwal pelaksanaan selama lima tahun ke depan.
Dokumen tersebut, lanjutnya, tidak hanya menjadi pelengkap administrasi, tetapi harus menjadi pedoman pelaksanaan transformasi digital yang mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ucu juga mengajak, seluruh peserta memanfaatkan bimbingan teknis secara maksimal dengan aktif berdiskusi bersama narasumber dari KemenPANRB. Hal itu dinilai penting agar penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana Pemerintahan Digital di Kuningan berjalan sesuai regulasi, sekaligus menjawab kebutuhan masing-masing perangkat daerah.
Sementara Kabid Aplikasi Teknologi Informatika Diskominfo Kuningan, Roro Ening Hartini menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh perangkat daerah mengenai penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana Pemerintahan Digital sebagai acuan dalam pengembangan layanan pemerintahan berbasis digital.
