Sementara itu, Bupati Kuningan Dr Dian Rachmat Yanuar MSi menegaskan bahwa ketahanan pangan harus didasarkan pada data yang akurat agar setiap program yang dijalankan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan SKPG menjadi sistem peringatan dini yang memungkinkan langkah-langkah pencegahan dilakukan sebelum masyarakat menghadapi kerawanan pangan. Dengan demikian, intervensi yang diberikan dapat berlangsung lebih cepat, tepat sasaran, dan berkeadilan.
“Pemerintah harus hadir sebelum masyarakat menghadapi kesulitan. Itulah makna penting SKPG sebagai sistem peringatan dini yang membantu pemerintah mengambil langkah cepat dan tepat dalam mencegah kerawanan pangan. Kebijakan yang berbasis data akan menghasilkan intervensi yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkeadilan,” tegas Bupati Dian.
Baca Juga:Daging Ayam Tembus Rp40 RibuDandim Kuningan Resmikan Jembatan Garuda Desa Cibuntu
Komitmen untuk memperkuat ketahanan pangan daerah juga akan terus diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah, petani, pemerintah desa, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat. Berbagai program strategis, mulai dari peningkatan produksi pertanian, pemberdayaan masyarakat, pengembangan pangan berbasis keluarga, hingga intervensi berdasarkan hasil analisis SKPG, akan terus diperkuat sebagai bagian dari pembangunan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.
Melalui program tersebut, bantuan pangan diharapkan tidak hanya mampu meringankan beban masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga serta mendorong terwujudnya kemandirian pangan yang berkelanjutan. (ags)
