Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung Resmi Jadi WBTB Indonesia

Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga
Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung bersama Tenun Buhun Gadod ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan RI.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia secara resmi menetapkan Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung bersama Tenun Buhun Gadod sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia. Penetapan tersebut semakin menegaskan posisi Kabupaten Majalengka sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan budaya bernilai nasional.

Bupati Majalengka, Drs H Eman Suherman MM menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas penetapan tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya merupakan bagian penting dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Tradisi ini bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga identitas yang harus kita jaga bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan budaya leluhur demi mewujudkan Majalengka yang ‘Langkung SAE’ (lebih baik),” ujar Eman di sela-sela menghadiri kirab budaya dan prosesi Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung, Senin (3/8/2026).

Baca Juga:Cegah Abrasi, Belasan Ribu Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir IndramayuBarang Bukti dari 40 Perkara Tindak Pidana Dimusnahkan Kejari Majalengka

Diiringi kirab adat dan berbagai simbol sejarah, prosesi tersebut kembali menegaskan jati diri budaya masyarakat Kabupaten Majalengka yang berakar kuat pada nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Tradisi Nyiramkeun Pusaka bukan sekadar seremoni pembersihan benda pusaka. Lebih dari itu, ritual ini menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur Kerajaan Talaga sekaligus penegasan identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Setiap tahapan prosesi mengandung makna filosofis tentang kesucian, tanggung jawab, dan kesinambungan sejarah,” kata Bupati Eman Suherman.

Kirab budaya yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal sejarah serta nilai-nilai budaya di tengah arus modernisasi. Pelestarian tradisi diyakini dapat menjadi fondasi dalam membangun karakter masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah. Dengan semangat kebersamaan, ajakan untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya terus digaungkan. (ono)

0 Komentar