Ufa, Peraih Emas Taekwondo Internasional Hafal 30 Juz Alquran

Taekwondo Indonesia
BANGGA: Ufairah Shofwan Sakhi Haura meraih medali emas International Taekwondo Indonesia Championship 2026. FOTO: IST/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Prestasi membanggakan ditorehkan Ufairah Shofwan Sakhi Haura. Siswi Madrasah Aliyah (MA) Al Hikmah Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, ini berhasil meraih medali emas pada ajang International Taekwondo Indonesia Championship 2026 yang digelar di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Prestasi tersebut melengkapi capaian akademik dan keagamaan Ufa. Di usianya yang masih 17 tahun, ia telah menuntaskan hafalan 30 juz Alquran, sehingga menjadi salah satu santri berprestasi di Pesantren Tahfidz Quran Terpadu (PTQT) Al Hikmah Bobos.

Ufa, yang lahir di Majalengka pada 1 Desember 2008, merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Ade Shofwan dan Lela Yulistia. Remaja yang memiliki hobi berwisata itu mengaku tidak pernah membayangkan mampu menyelesaikan hafalan Alquran sejak memutuskan mondok di PTQT Al Hikmah lima tahun lalu.

Baca Juga:Antrean Panjang, Evaluasi Pengaturan APILLBalaikota Mulai Lengang, ASN Bersiap Bekerja di GCM, Meja Kursi Diangkut, Pekan Depan Kantor Aktif 

“Awalnya saya tidak menyangka bisa menyelesaikan hafalan 30 juz. Semua ini berkat doa dan dukungan orang tua serta bimbingan para ustaz dan ustazah yang selalu mendampingi,” ujar Ufa.

Peraih medali emas tersebut memiliki cita-cita menjadi wanita karier. Ia juga memegang prinsip hidup, “Champions are made, not born”, bahwa seorang juara dibentuk melalui proses, bukan dilahirkan begitu saja.

Ibunda Ufa, Lela Yulistia, mengaku bersyukur atas pencapaian putrinya. Menurutnya, keberhasilan Ufa menghafal Alquran dan berprestasi di bidang olahraga menjadi anugerah yang patut disyukuri.

“Semoga hafalan 30 juz menjadi bekal akhiratnya, sedangkan prestasi taekwondo menjadi bekal untuk masa depannya. Kami berharap Ufa mampu menyeimbangkan kekuatan iman dan fisik sehingga menjadi generasi Qurani yang tangguh,” katanya.

Kepala MA Al Hikmah, Meliana, berharap Ufa dapat terus menjaga hafalan Alqurannya sekaligus mengembangkan prestasi akademik dan nonakademik saat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Selama menjadi santri, Ufa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, kreatif, dan bertanggung jawab. Kami berharap ia terus mempertahankan hafalannya dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Hikmah Bobos, Nina Nurohmah, menjelaskan bahwa lembaganya berkomitmen mengembangkan potensi santri secara menyeluruh. Selain memperkuat pendidikan agama melalui program tahfidz, yayasan juga mendorong santri untuk berprestasi di bidang akademik maupun olahraga.

0 Komentar