RADARCIREBON.ID – Pusat kantor pemerintahan Kota Cirebon akan berpindah ke Grage City Mall (GCM).
Perpindahan ini bukan sekadar memindahkan meja dan kursi. Lebih dari itu, relokasi menjadi bagian dari penataan pemerintahan sekaligus memberi ruang bagi rencana renovasi Balaikota.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, mengatakan proses perpindahan dilakukan bertahap tanpa harus menunggu seluruh pekerjaan penataan di GCM selesai.
Baca Juga:Honda Monkey Tampil dengan Pilihan Warna BaruDosen UT Dorong Guru SD di Cirebon Manfaatkan Mangrove sebagai Sumber Belajar
“Sudah mulai mobilisasi pindah ke GCM. Kalau menunggu semuanya selesai, masih ada beberapa pekerjaan seperti pemasangan lampu. Karena itu prosesnya dicicil,” ujarnya.
Strategi bertahap dipilih agar pelayanan publik tetap berjalan normal. Bagian Umum dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) menjadi unit pertama yang menempati kantor baru. Disusul Bagian Administrasi Pemerintahan (Adpem) dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang mulai mengangkut perlengkapan kerjanya pekan ini.
Di balik proses itu, ada pekerjaan yang tidak ringan. Ratusan peralatan kantor harus dipindahkan satu per satu tanpa mengganggu ritme pelayanan kepada masyarakat. Penataan ruang kerja baru pun dilakukan secara bersamaan agar para aparatur sipil negara (ASN) dapat segera bekerja secara optimal.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), H Rokila, mengatakan pengangkutan perlengkapan kantor sebenarnya sudah dimulai sejak Kamis (16/7). Menurutnya, proses tersebut diperkirakan selesai dalam waktu sekitar sepekan.
“Hari ini giliran Bagian Kesra yang mengangkut barang-barangnya. Kami berharap pekan depan aktivitas perkantoran di GCM sudah mulai berjalan,” katanya.
Pemkot Cirebon menargetkan seluruh perangkat di lingkungan Setda telah berkantor di GCM pada awal Agustus. Setelah seluruh proses relokasi selesai, Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, beserta seluruh jajaran Setda akan menjalankan aktivitas pemerintahan dari gedung yang selama ini dikenal sebagai pusat perbelanjaan tersebut.
Namun, wajah Balaikota tidak sepenuhnya akan ditinggalkan. Ruang Adipura, Museum Topeng, dan beberapa fasilitas lainnya tetap dipertahankan untuk menerima tamu maupun mendukung kegiatan pemerintahan tertentu.
Baca Juga:Ajak Kuwu Perkuat Sinergi Bangun Desa, Haul ke-526, Momentum untuk Teladani Semangat Mbah Kuwu Sangkan Buang Sampah Sembarangan, Warga Didenda Rp500 Ribu
“Mudah-mudahan awal Agustus seluruh aktivitas Setda sudah terpusat di GCM. Meski perpindahan masih berlangsung, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” kata Iing.
Relokasi ini diperkirakan bukan berlangsung dalam hitungan bulan. Menurut Rokila, Setda kemungkinan akan berkantor di GCM selama lebih dari satu tahun, bahkan bisa mencapai dua hingga tiga tahun, bergantung pada proses renovasi Balai Kota dan ketersediaan anggaran.
