Apel Siaga Tanggap Bencana Karhutla 2026, Polres Majalengka Perkuat Sinergi Lintas Lembaga dan Masyarakat 

Polres Majalengka, BTNGC dan masyakat peduli api Paguyuban Silihwangi
Polres Majalengka, BTNGC dan masyakat peduli api Paguyuban Silihwangi Majakuning perkuat sinergi cegah karhutla.
0 Komentar

“Wilayah Bantaragung dan sekitarnya merupakan lokasi yang rawan kebakaran hutan. Karena itu, petugas TNGC harus terus berkoordinasi dengan masyarakat, khususnya Masyarakat Peduli Api yang berada di desa-desa penyangga kawasan,” ujar Oban.

Ia mengungkapkan, pada 8 Agustus 2026 sempat terjadi kebakaran hutan di Blok Lebak Bitung, wilayah Desa Indrakila. Petugas TNGC bersama MPA langsung turun ke lokasi dan berjibaku selama sekitar tiga jam hingga api berhasil dipadamkan.

Oman menegaskan, patroli bersama masyarakat akan terus diintensifkan untuk mengantisipasi munculnya titik api. Identifikasi wilayah rawan dilakukan secara berkala dengan melibatkan MPA dan kelompok tani hutan (KTH) Paguyuban Silihwangi Majakuning.

Baca Juga:Bupati Lucky Hakim Targetkan 2.200 Program Rutilahu Tahun 2026Mahawaswa KKN-T Unma dan Warga Panjalin Kidul Wujudkan Program “Beres Sampah di Desa”

Dukungan juga datang dari Ketua Paguyuban Siliwangi Majakuning yang selama ini terlibat dalam kegiatan Masyarakat Peduli Api. Ketua Paguyuban, Nandar Junar Arif, S.Hut., mengatakan keterlibatan masyarakat, khususnya warga di Desa Desa yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional, merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kawasan Gunung Ciremai dan lingkungan sekitarnya.

“Alhamdulillah kami dibina untuk menjadi mitra TNGC sebagai Masyarakat Peduli Api. Ini merupakan kesadaran kami untuk ikut menjaga Ciremai dan lingkungan. Hutan merupakan tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat,” kata Nandar.

Nandar menambahkan, pihaknya akan meningkatkan patroli secara bergilir bersama masyarakat. Sejumlah langkah pencegahan, seperti kesiapan posko siaga dan sekat bakar, juga menjadi bagian dari upaya menghadapi musim kemarau.

“Dengan adanya apel siaga ini, kami semakin siap menghadapi kemarau. Mudah-mudahan tidak terjadi kebakaran di kawasan Ciremai, khususnya wilayah Majalengka. Kami akan terus melakukan patroli dan berkoordinasi dengan TNGC,” ujarnya.

Di Kabupaten Majalengka, keterlibatan masyarakat dalam pencegahan karhutla juga ditopang dengan keberadaan kelompok tani hutan. Nandar menyebut terdapat 14 KTH di wilayah Majalengka yang tergabung dalam kegiatan Masyarakat Peduli Api, sementara secara total ada 28 KTH jika digabung dengan desa penyangga Ciremai di wilayah Kuningan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Agus Tamim sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah daerah telah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko karhutla selama musim kemarau 2026. BPBD juga mendorong masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah maupun jerami di sekitar vegetasi kering.

0 Komentar