RADARCIREBON.ID- Menjelang Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jatim, pada 27 hingga 31 Agustus 2026, ribuan alumni Pondok Pesantren KHAS Kempek memulai langkah dengan doa. Mereka berziarah ke maqbarah para masyayikh, berzikir bersama. Mereka pun menyampaikan dukungan kepada KH Said Aqil Siroj sebagai calon Rais Aam NU.
Kegiatan bertajuk Ziarah, Dzikir dan Doa Ikhwan KHAS Nusantara itu digelar Sabtu (15/8/2026). Bagi komunitas pesantren, ziarah bukan sekadar ritual. Di dalamnya terdapat upaya merawat ingatan dan kesinambungan sanad kultural antara generasi yang hidup dengan para masyayikh.
Ketua panitia Ustaz Akromi mengatakan doa bersama itu dipersembahkan untuk kesehatan KH Musthofa Aqil Siroj, KH Said Aqil Siroj, serta seluruh zuriyah Pondok Pesantren KHAS Kempek. “Doa ini juga untuk keberkahan pesantren, kemaslahatan alumni, dan masyarakat luas,” ujar Akromi dalam rilis yang diterima Radar Cirebon, Senin (17/8/2026).
Baca Juga:Wamenag Minta Madrasah Perketat PengawasanHeboh KPBU APJ: Pemkot vs DPRD, Sekda Sebut Sudah Bahas dengan Pimpinan Dewan, Fraksi, hingga Banggar
Menurutnya, momentum Muktamar NU turut menjadi perhatian para alumni. Dalam pertemuan tersebut, berkembang aspirasi untuk mendukung Kiai Said Aqil Siroj sebagai Rais Aam NU. “Dukungan kepada Buya Said merupakan aspirasi yang tumbuh di kalangan alumni. Kami meyakini kepemimpinan NU ke depan harus tetap berpijak pada nilai-nilai kemaslahatan dan tradisi pesantren,” katanya.
Menurut Akromi, perpaduan antara ziarah, zikir, doa, dan artikulasi aspirasi memperlihatkan karakter unik komunitas alumni pesantren. Dimensi spiritual dan partisipasi sosial-organisasional tidak harus berjalan dalam ruang yang terpisah.
“Pesantren bukan hanya tempat seseorang memperoleh Pendidikan, tetapi juga membentuk cara pandang, relasi sosial, serta habitus keagamaan yang terus dibawa para alumninya setelah meninggalkan lingkungan pesantren,” tuturnya.
Di penghujung acara, dipimpin alumni senior Kiai Nur Mubin, ribuan peserta secara bersama-sama menyampaikan ikrar dukungan kepada Kiai Said Aqil Siroj. Bagi Ikhwan KHAS Nusantara, kegiatan ini bukan sekadar ajang reuni. “Ziarah, doa, silaturahmi, dan penyampaian aspirasi menjadi satu kesatuan untuk menjaga tradisi, memperkuat persaudaraan, serta merawat nilai-nilai yang diwariskan para masyayikh,” imbuhnya.
Ia menambahkan, keberadaan Ikhwan KHAS Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai wadah berkumpulnya para alumni, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga memori, identitas, dan nilai-nilai yang diwariskan pesantren. (sam)
