“Saya mengajak seluruh kepala perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, dunia pendidikan, pelaku usaha hingga sektor perbankan untuk bersama-sama mendukung Bulan Dana PMI. ASN harus menjadi teladan terlebih dahulu. Nilainya mungkin tidak besar, tetapi sangat berarti bagi kemanusiaan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap dana yang berhasil dihimpun akan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan, seperti penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, hingga aksi kemanusiaan lainnya. Karena itu, pengelolaan dana harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar kepercayaan publik terhadap PMI terus terjaga.
“Modal terbesar kita adalah kepercayaan masyarakat. Karena itu, pengelolaan dana harus dilakukan secara transparan dan akuntabel sehingga masyarakat semakin yakin bahwa setiap rupiah yang disumbangkan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan kemanusiaan,” ujarnya.
Baca Juga:PKB Kuningan Kritik APBD 2025: WTP Bukan Tolok Ukur, PAD Seret-Belanja Pegawai DominanEuforia Juara Nasional, Proton FC Diarak Keliling Kuningan, Siap Datangkan Pemain Asing Musim Depan
Dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat, Bupati Dian juga mendorong PMI mulai mengadopsi sistem penggalangan dana berbasis digital melalui pembayaran QRIS. Menurutnya, inovasi tersebut akan memudahkan masyarakat, terutama generasi muda, untuk menyalurkan donasi secara cepat dan praktis.
“Jangan hanya mengandalkan kupon. Kita harus mengikuti perkembangan zaman dengan menyediakan pembayaran melalui QRIS sehingga masyarakat lebih mudah berdonasi,” katanya.
Menutup sambutannya, Bupati berharap Bulan Dana PMI Tahun 2026 mampu menjadi gerakan bersama yang semakin memperkuat budaya gotong royong di Kabupaten Kuningan. Ia meyakini, kolaborasi seluruh pihak akan menjadi kunci tercapainya target penghimpunan dana sekaligus stok darah. (ags)
