RADARCIREBON.ID–Euforia keberhasilan Proton FC Kuningan menjuarai Pro Futsal League (PFL) 2 Nasional 2026 begitu terasa di Kabupaten Kuningan. Ratusan masyarakat, suporter, dan insan futsal memadati jalanan untuk mengarak tim kebanggaan daerah itu dalam konvoi kemenangan yang berlangsung meriah.
Rombongan juara nasional tersebut bergerak dari kawasan pusat kota melalui Jalan Siliwangi, melintasi Jalan Baru Ir Soekarno-Hatta, Cirendang, Kedungarum, Ciporang, hingga Cijoho sebelum berakhir di kawasan GOR Ewangga Kuningan. Sepanjang perjalanan, masyarakat antusias menyambut para pemain yang baru saja mengharumkan nama Kuningan di pentas futsal nasional.
Perayaan kemenangan semakin semarak dengan hiburan musik, kuis berhadiah, pembagian berbagai door prize, hingga kegiatan sosial berupa santunan kepada anak-anak yatim piatu. Momen tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus persembahan Proton FC kepada masyarakat yang selama ini memberikan dukungan.
Baca Juga:Prestasi WTP, Gerindra Kuningan Tekankan APBD Berdampak Kepentingan RakyatSatpol PP Kuningan Raih Penghargaan Terbaik Pemberantasan Rokok Ilegal Tingkat Jawa Barat
Presiden Proton FC Kuningan, Thony Indra Gunawan mengatakan, gelar juara PFL 2 Nasional 2026 merupakan buah dari perjuangan panjang yang dijalani tim selama enam hingga tujuh bulan.
“Hari ini kami kembali ke Kuningan. Sejak tadi malam kami sudah diterima oleh Pemerintah Daerah. Sekarang kami berkumpul bersama seluruh insan futsal Kabupaten Kuningan untuk mempersembahkan hasil perjuangan yang kami lalui selama enam sampai tujuh bulan di Sukoharjo. Alhamdulillah perjuangan itu berbuah gelar juara PFL 2 tahun 2026,” ujarnya.
Menurut Thony, prestasi tersebut dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Kuningan, khususnya keluarga besar futsal yang selama ini terus memberikan dukungan. Ia menilai keberhasilan Proton FC lahir dari kerja keras, kerja cerdas, dan semangat kebersamaan dalam mewujudkan mimpi membawa Kuningan menjadi juara nasional.
Ia juga menyambut positif komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan yang berencana meningkatkan sarana dan prasarana futsal. Selama ini, kata dia, keterbatasan fasilitas menjadi tantangan terbesar bagi perkembangan futsal di daerah.
“Problem terbesar futsal di Kabupaten Kuningan adalah belum adanya lapangan berstandar nasional. Selama ini kami bahkan harus menjalani latihan di Kota Bandung agar bisa mendapatkan hasil maksimal. Karena itu kami sangat antusias dengan rencana Pak Bupati membangun fasilitas yang lebih representatif,” katanya.
