RADARCIREBON.ID – Massa mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi memadati kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.
Dengan jaket almamater dan bendera organisasi kampus, mereka kembali turun ke jalan membawa sejumlah tuntutan yang menyasar kebijakan pemerintah.
Mahasiswa yang datang antara lain berasal dari Universitas Indonesia (UI). Sejumlah peserta terlihat mengenakan jaket almamater serta membawa bendera bertuliskan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan Brigade UI. “Kami hanya ingin bertemu di jalan yang sudah kami bayar,” ujar salah satu massa aksi dari atas mobil.
Baca Juga:Kemenag Edukasi WO soal Syariat NikahKPBU APJ Pemkot, Fitrah: Kalau Jadi, Harus Dibicarakan Lagi
Pantauan Disway (Radar Cirebon Group), aksi tersebut merupakan kelanjutan dari gerakan mahasiswa yang sebelumnya digelar pada Juni 2026. Ketua FMN UI, Axel Wirasakti mengatakan gerakan kali ini melibatkan sejumlah kelompok mahasiswa, termasuk BEM UI, mahasiswa PNJ, dan IPB. “FMN UI bersama dengan gerakan demokratis mahasiswa seperti BEM UI, PNJ, IPB kembali menyelenggarakan aksi demonstrasi 18 Agustus 2026,” kata Axel kepada media.
Menurut Axel, mahasiswa masih membawa sejumlah tuntutan yang dinilai berkaitan langsung dengan kondisi masyarakat saat ini. Salah satu tuntutan utama yakni mendesak pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Mahasiswa juga menuntut penyediaan pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi. “Kami masih dalam komitmen yang sama, mendesak tuntutan utama rakyat untuk dimenangkan. Kami tetap menuntut untuk dihentikannya program MBG dan KDMP, masyarakat butuh pendidikan gratis sampai jenjang kuliah,” ujarnya.
Persoalan ekonomi turut menjadi sorotan. Massa aksi mendesak pemerintah menurunkan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai masih membebani masyarakat. Menurut Axel, tingginya harga kebutuhan pokok dan BBM merupakan persoalan yang langsung dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa juga meminta pemerintah menghentikan tindakan represif serta praktik militerisme di ranah sipil. FMN UI mendesak pembubaran Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP). “Ditambah soal demokratisasi, kami menuntut untuk dihentikannya represifitas, hentikan militerisme ranah sipil, serta bubarkan Yon TP,” katanya.
Selain itu, mahasiswa meminta Presiden Prabowo Subianto menarik kembali sejumlah pernyataan dalam pidatonya yang mereka nilai tidak sesuai dengan kondisi kehidupan masyarakat.
