RADARCIREBON.ID – Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Pajawanlor, Kabupaten Kuningan, menjadi ruang kolaborasi Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) dan Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKOE) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan yang mengusung tema “Kampus Berdampak” tersebut melibatkan civitas akademika UMC, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), akademisi UMKOE, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dosen pembimbing UMC, Johan MT, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi PKM tingkat nasional yang memadukan program Kampus Berdampak dengan KKM 05 UMC. Kolaborasi juga melibatkan akademisi dari sejumlah bidang, antara lain Pendidikan Biologi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Pendidikan Matematika UMKOE.
Baca Juga:Tim PMM UMC Dorong Pembelajaran di Luar Kelas, Guru SDN 1 Kalikoa Manfaatkan Lingkungan DesaTurun ke Sawah, Polres Kuningan Gerakkan Tanam Bawang Putih
Menurut Johan, program yang dijalankan diarahkan pada penerapan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara langsung. Salah satunya berupa pengolahan sampah menjadi pupuk organik yang selanjutnya dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian dan ketahanan pangan di Desa Pajawanlor.
“Teknologi ini diharapkan bisa memberdayakan masyarakat sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian dan ketahanan pangan desa,” ujar Johan.
Selain pengolahan pupuk organik, program PKM tersebut mencakup pengembangan budi daya ikan lele dengan memanfaatkan galon air mineral sebagai media pembesaran. Kegiatan juga meliputi penerapan pertanian tumpang sari, pengembangan tanaman anggur dan komoditas pangan lainnya, serta pembuatan mural tematik sebagai sarana edukasi sekaligus mempercantik lingkungan desa.
Program pemberdayaan tersebut dilengkapi dengan perehaban alat permainan edukatif (APE) luar ruang untuk anak-anak serta penataan ruang dokumentasi Rumah Data Kependudukan (Rumah Dataku). Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas kampus dan disiplin ilmu tersebut, PKM di Pajawanlor diharapkan dapat memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus menjadi contoh penerapan konsep Kampus Berdampak, ketika pengetahuan dan inovasi dari perguruan tinggi diterjemahkan menjadi program yang sesuai dengan kebutuhan desa.
