Tim PMM UMC Dorong Pembelajaran di Luar Kelas, Guru SDN 1 Kalikoa Manfaatkan Lingkungan Desa

Guru SDN 1 Kalikoa
Guru SDN 1 Kalikoa manfaatkan lingkungan desa, dalam pembelajaran literasi dan numerasi.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pembelajaran literasi dan numerasi di sekolah dasar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Lingkungan sekitar sekolah dan desa dapat menjadi sumber belajar yang nyata, kontekstual, sekaligus menyenangkan bagi peserta didik.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Tim Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) melalui program pengabdian kepada masyarakat di Desa Kalikoa, Kabupaten Cirebon. Program ini memperoleh hibah pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.

Pelaksanaan program mendapat dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Cirebon sebagai lembaga yang mendukung pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UMC. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong keterlibatan sivitas akademika untuk memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal.

Baca Juga:Turun ke Sawah, Polres Kuningan Gerakkan Tanam Bawang Putih Tak Hanya Salurkan Bantuan Pompa Air, 63 JIAT Siap Dibangun di Indramayu

Kegiatan dipimpin oleh Titi Rohaeti, M.Pd. selaku ketua tim, dengan anggota dosen Dr. Fikriyah, MA dan Dewi Yulianawati, M.Pd. Program tersebut juga melibatkan 20 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Cirebon.

Keterlibatan mahasiswa menjadi salah satu bagian penting dari program karena mahasiswa tidak hanya belajar di lingkungan kampus, tetapi memperoleh pengalaman langsung dalam mendampingi masyarakat, berkolaborasi dengan guru, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.

Program diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran literasi dan numerasi yang memanfaatkan konteks lingkungan lokal. Guru tidak hanya diperkenalkan pada konsep pembelajaran kontekstual, tetapi juga didampingi untuk merancang perangkat pembelajaran yang dapat langsung digunakan dalam kegiatan belajar siswa.

Salah satu bentuk inovasi yang dikembangkan adalah LKPD literasi dan numerasi berbasis edukasi penghijauan. Melalui perangkat tersebut, aktivitas sederhana seperti mengamati tanaman, mengukur tinggi tanaman, menghitung jumlah tanaman, mencatat hasil pengamatan, membaca informasi lingkungan, hingga menyusun laporan dapat dikembangkan menjadi aktivitas pembelajaran.

Dengan pendekatan tersebut, konsep matematika dan literasi tidak lagi dipahami sebagai materi yang berdiri sendiri, tetapi dihubungkan dengan pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan siswa.

0 Komentar