Tim PMM UMC Dorong Pembelajaran di Luar Kelas, Guru SDN 1 Kalikoa Manfaatkan Lingkungan Desa

Guru SDN 1 Kalikoa
Guru SDN 1 Kalikoa manfaatkan lingkungan desa, dalam pembelajaran literasi dan numerasi.
0 Komentar

Kepala SDN 1 Kalikoa, Mulaymin, S.Pd., menyambut baik pendampingan yang dilakukan oleh Tim PMM Universitas Muhammadiyah Cirebon.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan pendampingan ini karena memberikan pengalaman baru bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual. Lingkungan di sekitar sekolah sebenarnya memiliki banyak potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, terutama untuk mengajarkan literasi dan numerasi kepada siswa.”

Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat menjadi penting agar potensi lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dalam mendukung proses pembelajaran.

Baca Juga:Turun ke Sawah, Polres Kuningan Gerakkan Tanam Bawang Putih Tak Hanya Salurkan Bantuan Pompa Air, 63 JIAT Siap Dibangun di Indramayu

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada saat program selesai, tetapi dapat terus dikembangkan oleh guru sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, dekat dengan kehidupan siswa, dan dapat meningkatkan kemampuan literasi serta numerasi mereka,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang membantu guru menyiapkan perangkat pembelajaran, mendampingi kegiatan pembelajaran, melakukan dokumentasi, serta terlibat dalam refleksi bersama guru.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi pembelajaran di luar kampus bagi mahasiswa, di mana mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam mengidentifikasi permasalahan, berkomunikasi dengan mitra, merancang kegiatan, serta bekerja bersama masyarakat untuk menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Bagi UMC, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk menghadirkan kontribusi nyata melalui sinergi antara LPPM, dosen, mahasiswa, sekolah, dan masyarakat. Dukungan kelembagaan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program sehingga hasil pendampingan tidak berhenti setelah kegiatan pengabdian selesai.

Melalui pendampingan ini, guru diharapkan semakin mampu mengembangkan pembelajaran yang bermakna, sementara siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, program PMM di Desa Kalikoa diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan melalui pemanfaatan lingkungan lokal sebagai ruang belajar yang mendukung peningkatan literasi, numerasi, kreativitas, dan karakter peduli lingkungan siswa sekolah dasar.

0 Komentar