RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu terus memperkuat upaya mitigasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), serta penyaluran bantuan mesin pompa air kepada para petani.
Upaya tersebut diwujudkan melalui serah terima aset operasional JIAT Inpres Nomor 02 Tahun 2025 di Kabupaten Indramayu, sekaligus penyaluran bantuan mesin pompa air. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Benih Tanaman Pangan Kecamatan Cikedung, Selasa (18/8). Acara itu dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian Republik Indonesia Hermansyah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta gabungan kelompok tani.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, Pemkab Indramayu terus melakukan berbagai langkah mitigasi guna mengurangi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Upaya tersebut di antaranya dilakukan melalui bantuan pompa air, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), serta pengembangan program Listrik Masuk Sawah.
Baca Juga:KKN-T Unma, Mahasiswa Memfasilitasi Tempat Sampah Pilah di Setiap Blok Bina 180 Petani, Kirim Perdana 2 Ton Tepung Jagung ke Cirebon
Lucky juga menginstruksikan para camat dan pemerintah desa untuk turut mengawal pemanfaatan berbagai bantuan tersebut agar dapat digunakan secara optimal dan memberikan manfaat bagi para petani.
“Kami juga mendorong para petani untuk memanfaatkan lahan pada musim kering dengan menanam komoditas yang sesuai seperti jagung, semangka, melon, dan palawija,” ujarnya.
Bupati Lucky Hakim juga menegaskan, pemerintah terus memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa sektor pertanian dapat menjadi sumber kesejahteraan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen untuk mempertahankan Indramayu sebagai lumbung pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan para petani.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu Sugeng Heriyanto menyampaikan, dari usulan pembangunan JIAT yang diajukan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, sebanyak 63 titik telah disetujui untuk dibangun.
Sementara itu, sebanyak 47 titik tambahan masih dalam proses. Adapun pembangunan JIAT diprioritaskan di wilayah persawahan tadah hujan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kekeringan. Wilayah tersebut di antaranya Gantar, Kroya, Terisi, sebagian Cikedung, dan sebagian Gabuswetan.
“Ini adalah upaya kami dalam memitigasi kekeringan yang ada di Kabupaten Indramayu. Tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan semua pihak, terutama teman-teman petani. Saling bersinergi itu yang paling penting,” katanya.
