Dinilai Memiliki Modal Ekonomi, OJK Resmikan Desa Jagara sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif

Dinilai Memiliki Modal Ekonomi, OJK Resmikan Desa Jagara sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif
Dinilai Memiliki Modal Ekonomi, OJK Resmikan Desa Jagara sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memperluas penguatan ekosistem keuangan hingga tingkat desa. Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, resmi ditetapkan sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI), dengan sasaran memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong potensi ekonomi lokal menjadi sumber pertumbuhan baru.

Peresmian Desa EKI Jagara dilakukan OJK Cirebon bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, serta pemangku kepentingan lainnya dalam rangkaian BUMDes Festival Jawa Barat 2026. Penetapan tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. dan Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib.

Bagi OJK, Desa EKI tidak berhenti pada pembukaan akses terhadap produk keuangan.

Baca Juga:Meriah! Lomba Layangan Anoe Aink Cup I Diikuti Puluhan Tim se-Kuningan Rumah Warga di Tenjolayar Cigasong Terbakar Diduga dari Korsleting Listrik

Konsep ini diarahkan untuk membangun ekosistem yang menghubungkan masyarakat, pemerintah desa, BUMDes, UMKM, petani, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah. Tujuannya agar masyarakat mampu mengelola keuangan secara lebih baik, menggunakan layanan keuangan sesuai kebutuhan, serta mengembangkan kegiatan usaha secara produktif.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan penguatan ekosistem tersebut menjadi penting agar akses keuangan berjalan beriringan dengan peningkatan literasi masyarakat.

“Desa EKI bukan sekadar membuka akses keuangan. Yang kita bangun adalah ekosistem, bagaimana masyarakat memiliki literasi yang baik, mendapatkan akses terhadap layanan keuangan yang sesuai dan mampu memanfaatkannya untuk kegiatan ekonomi produktif,” ujar Agus.

Desa Jagara dinilai memiliki modal ekonomi yang cukup kuat untuk dikembangkan. Letaknya sebagai salah satu desa penyangga Waduk Darma membuat aktivitas ekonomi masyarakat bersinggungan langsung dengan sektor pariwisata. Dari kawasan tersebut tumbuh berbagai kegiatan usaha, mulai dari kuliner, perdagangan, jasa hingga UMKM, sementara BUMDes menjadi salah satu instrumen desa dalam mengelola potensi ekonomi lokal.

Agus menilai keberadaan potensi wisata, BUMDes, UMKM dan aktivitas usaha masyarakat menjadi fondasi yang dapat diperkuat melalui ekosistem keuangan.

“Di Jagara sudah ada potensi wisata, BUMDes, UMKM dan aktivitas ekonomi masyarakat. Ini yang kemudian kita perkuat dengan ekosistem keuangan, sehingga potensi yang sudah ada dapat berkembang lebih optimal,” katanya.

0 Komentar