Warga Jangan Jadi Penonton, Lapangan Kerja Sulit Diakses, DPRD Dorong Magang ke Luar Negeri

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon Nurholis
PRIHATIN: Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Nurholis SPdI menjelaskan terkait kondisi lapangan kerja yang belum semuanya dapat diakses oleh masyarakat lokal, kemarin. FOTO: SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Industri di Kabupaten Cirebon terus tumbuh. Perusahaan baru bermunculan. Tapi, tidak semuanya bisa diakses masyarakat. Terutama mereka yang berpendidikan rendah.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Nurholis SPdI mengatakan, pertumbuhan kawasan industri belum otomatis membuat seluruh masyarakat lokal mendapatkan pekerjaan.

Persoalannya, kata Nurholis, bukan pada jumlah perusahaan. Tetapi juga kesesuaian antara kebutuhan tenaga kerja dengan kemampuan masyarakat.

Baca Juga:Menginap di Aston Cirebon Jadi Momen Berkesan bagi Suhadi Veteran Operasi DwikoraCuma Sita Enam Botol Miras, Polisi “Obok-obok” Tempat Hiburan Malam di Kompleks CSB 

“Masih ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena keterbatasan pendidikan dan keterampilan,” ujar Nurholis, kepada Radar Cirebon.

Menurutnya, masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah, biasanya memiliki pilihan pekerjaan yang lebih sedikit.

Sementara perusahaan memiliki standar dan kualifikasi tertentu ketika membuka lowongan. “Di sinilah muncul jarak,” terangnya.

Alasannya, industri membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi tertentu. Sementara sebagian masyarakat belum memiliki kemampuan yang sesuai.

Karena itu, pertumbuhan industri perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Jangan sampai industri berkembang, sementara masyarakat sekitar hanya menjadi penonton,” ucapnya.

Lebih lanjut, dikatakan politisi PKS ini, persoalan pengangguran tidak cukup diselesaikan dengan menunggu perusahaan membuka lowongan. Masyarakat perlu diberi lebih banyak pilihan.

“Salah satunya melalui program magang ke luar negeri yang menjadi bagian dari program pemerintah pusat,” tuturnya.

Baca Juga:Santri Al Hikmah Juara 1 MHQ Tingkat Kabupaten CirebonGeorge Edwin Sugiharto Gelar Panen Raya, Semangka di Desa Blender Kabupaten Cirebon

Menurutnya, magang ke luar negeri bukan hanya soal berangkat dan bekerja di negara lain. Ada sesuatu yang lebih penting, yakni pengalaman.

“Peserta bisa belajar keterampilan kerja sekaligus mengenal budaya dan etos kerja di negara tujuan,” tandasnya.

Pengalaman itu, lanjut Nurholis, bisa menjadi modal ketika peserta kembali ke Kabupaten Cirebon.

Sebab, keberhasilan program magang tidak semestinya hanya dihitung dari berapa orang yang berangkat ke luar negeri.

“Ukuran yang lebih penting adalah apa yang mereka bawa pulang. Keterampilan baru. Pengalaman baru. Cara kerja baru. Bahkan, jika memungkinkan, peluang usaha baru,” imbuhnya.

Nurholis berharap, peserta magang nantinya tidak hanya menjadi tenaga kerja yang memiliki pengalaman internasional.

Diharapkan mampu memanfaatkan pengalaman untuk membuka peluang ekonomi setelah kembali ke daerah. “Itulah yang diharapkan menjadi efek domino dari program magang,” tandasnya. (sam)

0 Komentar