RADARCIREBON.ID – Sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian dan produktivitas sektor pertanian, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, George Edwin Sugiharto, S.IP., menggelar panen raya semangka di Desa Blender, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Nana Kencanawati, S.Pd., tokoh masyarakat, serta para petani setempat.
Dalam panen raya tersebut, terdapat tiga varietas semangka yang dipanen, yakni semangka loreng hijau bulat, semangka Inul berbentuk lonjong, dan semangka kuning. Buah semangka hasil panen tersebut memiliki kadar air tinggi serta mengandung vitamin C yang bermanfaat bagi tubuh.
Baca Juga:UMKM Sumbang 97 Persen Ekonomi Cirebon, Koperasi Didorong Jadi Penyerap ProdukKebut Merger BKC-BCJ, Siapa Pemegang Saham Terbesar Bank Baru?
George Edwin Sugiharto mengatakan, kunjungannya ke Desa Blender merupakan bagian dari dukungan terhadap aktivitas pertanian masyarakat, khususnya budidaya semangka.
“Jenis semangka yang dipanen ada tiga, yakni semangka merah bulat, semangka Inul atau lonjong, dan semangka kuning,” ujar George.
Menurut George, masa tanam semangka di wilayah tersebut rata-rata berlangsung sekitar 50 hari setelah musim panen padi.
“Ditanam sekitar 50 hari setelah musim panen padi sebelumnya selesai,” katanya.
Ia menjelaskan, para petani juga menggunakan pupuk organik dalam proses budidaya. Pengelolaan tersebut dilakukan dengan pengawasan Nana Kencanawati, tokoh masyarakat Kang Bimbi dan Kang Joni, serta pendampingan pemerintah desa.
Menurutnya, penggunaan pupuk organik diharapkan dapat menghasilkan semangka yang lebih sehat dan berkualitas.
George juga menilai kegiatan bertani memiliki nilai ibadah karena turut mendukung masyarakat dalam menjalankan salah satu sunnah Rasulullah SAW, yakni mengonsumsi semangka bersama kurma basah atau rutab.
Baca Juga:Sawah Produktif Terus Tergerus, SPI Cirebon Soroti Ancaman Ketahanan PanganPDAM Tirta Jati Cirebon Gratiskan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Di balik keberhasilan panen tersebut, George menyebut masih terdapat persoalan yang menjadi perhatian petani, yakni ketersediaan air untuk irigasi.
Menurut dia, kecukupan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas tanaman, baik padi maupun semangka. Karena itu, peningkatan kapasitas dan jumlah pompa air dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah.
“Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita dorong bersama agar kebutuhan air untuk pertanian di Desa Blender dapat terpenuhi dan kesejahteraan petani semakin meningkat,” ujarnya. (abd/adv)
