Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi masyarakat Kuningan. Dedi menyebut Pemprov Jabar menyiapkan bantuan sekitar Rp100 miliar pada tahun depan yang akan diarahkan untuk pembangunan jalan kabupaten dengan standar kualitas jalan provinsi.
KDM meminta pembangunan jalan tersebut tidak hanya berorientasi pada badan jalan, tetapi dilengkapi drainase, Penerangan Jalan Umum (PJU), serta kamera pengawas atau CCTV untuk mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Pada sektor ekonomi, KDM mendorong pelaku UMKM Kuningan melakukan inovasi agar produk lokal mampu mengikuti perkembangan pasar. Produk khas seperti minuman jeruk nipis Jenifer dan peuyeum Kuningan, perlu dikemas lebih modern sehingga mampu menarik minat generasi muda.
Baca Juga:Personel Polsek Sukagumiwang Bantu Warga Kehabisan Ongkos PulangDosen Polindra Edukasi Kesehatan Siswa SMP Nurul Halim Widasari, Kampanyekan Bebas Rokok
Pemprov Jabar juga siap membantu desain arsitektur prototipe Warung Kuningan. Konsep tersebut diharapkan membuat warung milik masyarakat lokal, memiliki tampilan dan daya saing yang lebih baik ketika berhadapan dengan jaringan minimarket modern.
Dukungan juga diarahkan untuk menghadapi industrialisasi di kawasan Kertajati. KDM menyebut Pemprov Jabar akan menyiapkan program pendidikan manajer secara gratis bagi putra-putri Kuningan, agar memiliki kapasitas untuk mengambil posisi strategis dalam perkembangan ekonomi di wilayah tersebut.
Pihaknya juga meminta Bupati Kuningan bersama jajaran birokrasi, turun langsung menjaga wajah daerah. Kebersihan dan estetika ruang publik dinilainya menjadi bagian penting dari wibawa sekaligus daya tarik daerah.
Ia menyoroti pentingnya pemeliharaan fasilitas publik, mulai dari tugu batas wilayah, trotoar hingga jembatan. Seluruhnya harus dirawat, dibersihkan dari sampah dan rumput liar serta ditata secara konsisten.
Menurut Dedi, wajah infrastruktur dan kebersihan daerah menjadi hal pertama yang dilihat wisatawan ketika memasuki Kuningan. Karena itu, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan lingkungan tetap lestari dan ruang publik tertata. (ags)
