Dian juga mengajak, generasi muda mengubah pola pikir agar tidak hanya mempertanyakan apa yang bisa diperoleh dari Kuningan, tetapi juga apa yang dapat diberikan untuk daerah.
“Jangan hanya menjadi generasi yang selalu bertanya, Apa yang bisa saya dapatkan dari Kuningan? Tapi dibalik, apa yang kita bisa berikan untuk Kuningan,”katanya.
Ia menekankan, nilai Trisatya dan Dasa Dharma Pramuka harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, bukan sekadar menjadi hafalan atau slogan.
Baca Juga:KDM Tegaskan Perlindungan Gunung Ciremai Harga Mati dalam RTRW KuninganPersonel Polsek Sukagumiwang Bantu Warga Kehabisan Ongkos Pulang
“Janji itu harus ditunaikan, tercermin dalam sikap dan perilaku keseharian,”tegasnya.
Dian juga mengingatkan bahwa alam bukanlah warisan yang bisa dieksploitasi, melainkan titipan yang harus dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
“Alam itu bukan warisan sebetulnya. Hanya titipan yang harus kita titipkan ke anak cucu kita. Ini tanggung jawab kita bersama,”ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kuningan, Rana Suparman mengatakan, momentum Hari Pramuka harus menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat nilai dasar Gerakan Pramuka melalui pengamalan Dasa Dharma dan Trisatya dalam kehidupan sehari-hari.
Rana juga mendorong Pramuka ikut mendukung agenda swasembada pangan menuju Indonesia Emas. Menurutnya, kegiatan pembinaan dan pelatihan Pramuka perlu dibekali pengetahuan mengenai pertanian, iklim, kondisi tanah hingga kelestarian lingkungan.
“Semua bentuk pelatihan yang ada di Pramuka harus berkurikulum menuju kepada swasembada pangan,” katanya.
Ia menilai, persoalan berkurangnya cadangan air dan kerusakan kawasan punggungan gunung di sejumlah wilayah Kuningan harus menjadi perhatian bersama. Pramuka dapat mengambil peran melalui gerakan penghijauan dan pemulihan lingkungan.
Baca Juga:Dosen Polindra Edukasi Kesehatan Siswa SMP Nurul Halim Widasari, Kampanyekan Bebas RokokPemdes Paningkiran Rampungkan Rehabilitasi Jalan Lingkungan
“Kalau alamnya rusak, ya harus berteriak. Ini pengamalan dari Dasa Dharma yakni cinta alam dan kasih sayang sesama manusia,”tegasnya.
Dalam peringatan tersebut, sebanyak 21 anggota Gerakan Pramuka Kuningan menerima Lencana Pancawarsa Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat, sebagai bentuk penghargaan atas kesetiaan dan pengabdian mereka. Rinciannya, 15 anggota menerima Lencana Pancawarsa I, dua orang Pancawarsa II, dua orang Pancawarsa III, satu orang Pancawarsa IV, dan satu orang Pancawarsa VIII. (ags)
