Warga Penyangga Gunung Ciremai Perkuat Pasukan Pencegah Karhutla, Dukung Program KDM Jaga Lingkungan

Warga penyangga gunung Ciremai
Masyarakat Peduli Api (MPA) Paguyuban Silihwangi Majakuning berikan pelatihan pemadaman di sekitar Obyek Wisata Batuluhur, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Rabu (2/9/2026).
0 Komentar

MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning sendiri berawal dari Kelompok Tani Hutan (KTH) yang dibentuk pada 2021 dalam rangka kemitraan konservasi. Selain perlindungan kawasan, kelompok tersebut menjalankan fungsi pengawetan dan pemanfaatan hutan secara berkelanjutan.

Nandar menyebut anggota KTH yang tersebar di sejumlah desa penyangga Ciremai mencapai 1.076 orang dan turut menjadi kekuatan MPA di lapangan. Sebaran anggota tersebut mencakup sejumlah wilayah di Kuningan hingga Majalengka, sehingga koordinasi saat terjadi kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.

Peran warga juga diarahkan tidak hanya untuk memadamkan api, tetapi menjaga keseimbangan ekosistem melalui penanaman dan kegiatan konservasi lainnya.

Baca Juga:Polisi Intensifkan Razia Knalpot Brong ke SekolahMajalengka Kebagian 300 Becak Listrik untuk Pengayuh Lansia 

Camat Pasawahan Asep Dudi Riyadi mengapresiasi inisiatif masyarakat tersebut. Ia menilai keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan hutan dan gunung, terlebih pemerintah memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh wilayah secara cepat.

Menurutnya, gerakan MPA sejalan dengan arahan dan program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengenai kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Kalau bukan oleh kita, oleh siapa lagi. Pemerintah ada keterbatasan, tetapi yang paling utama adalah kepedulian masyarakat sebagai ujung tombak. Tentu peran pemerintah dan swasta juga diperlukan untuk mendukung apa yang sudah dilaksanakan masyarakat,” kata Asep.

Di Kecamatan Pasawahan, MPA tercatat telah dua kali terlibat dalam penanganan kebakaran sepanjang 2026, termasuk kebakaran di Blok Cirendang pada 16–17 Agustus dan kejadian pada 21 Juli di wilayah Desa Padabeunghar. Asep menyebut salah satu kejadian pada Agustus memiliki banyak titik api dengan luasan yang diperkirakan mencapai sekitar 30 hektar.

Kesigapan petugas bersama masyarakat membantu memutus penyebaran api sebelum dampaknya semakin luas. Dalam kegiatan pelatihan tersebut turut hadir Danramil Kecamatan Pasawahan Kapten CHB Sunardi, S.Sos., Kapolsek Pasawahan IPTU Enang, perwakilan BTNGC, dan beberapa kepala desa di Kecamatan setempat. (bud)

0 Komentar