Gara-gara Bakar Sampah,  Warung di Kandanghaur Terbakar, Kerugian Mencapai Rp24 Juta

Petugas Damkar dari Pos Patrol berusaha memadamkan api yang terbakar pada warung di Desa Ilir, Kandanghaur
Petugas Damkar dari Pos Patrol berusaha memadamkan api yang terbakar pada warung makan di Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur, Jumat (4/9) sekitar pukul 05.30 WIB. foto: Oni
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Sebuah warung makan yang berada di Blok Sumbermas, Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu hangus terbakar pada Jumat (4/9), sekitar pukul 05.30 WIB. Akibatnya, pemilik warung mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp24 juta.

Danru 2 Damkar Pos Patrol, Arih Ropianto mengungkapkan, pihaknya menerima laporan adanya insiden kebakaran di sebuah warung makan yang berlokasi di Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur, sekitar pukul 05.35 WIB dari pemilik warung.

“Kita sampai di lokasi itu sekitar pukul 06.15 WIB, api sudah membesar dan kita langsung melakukan upaya pemadaman. Pemadaman tidak ada kendala, selesai pemadaman pukul 07.00 WIB,” ujarnya.

Baca Juga:Pastikan PPPK Paruh Waktu Tidak Akan DirumahkanSatu Sarjana Satu Desa, Pemkab Indramayu Mulai Bahas Program Indramayu Kuliah 

Berdasarkan keterangan dari saksi, Arih mengatakan, kebakaran diduga terjadi karena aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, dengan jarak yang dekat dari lokasi warung. Kondisi angin yang kencang membuat api merambat ke bangunan.

“Tidak ada korban luka ataupun jiwa, pemilik mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp24 juta,” terangnya.

Terpisah, Kabid Damkar pada Satpol PP dan Damkar Indramayu, Jahat Wibisono kembali mengingatkan masyarakat di Kabupaten Indramayu agar tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan. Pasalnya, sejak Kamis (3/9), pihaknya telah menangani dua insiden kebakaran lahan di wilayah Indramayu bagian barat. Pertama, di area TPS yang lama tutup di Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis, dan kawasan hutan di Bendungan Sadawarna, Kecamatan Gantar.

“Kemarin itu, ya, disebabkan karena aktivitas bakar sampah dan pembuangan puntung rokok secara sembarang, ini imbasnya. Padahal, sudah berkali-kali kita ingatkan jangan buang puntung rokok sembarangan, terutama di lahan kering, dan membakar sampah sembarangan. Sekarang kembali terjadi karena pembakaran sampah merembet ke bangunan warung,” jelasnya.

Ia meminta kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Indramayu agar lebih berhati-hati saat membakar sampah dan saat membuang puntung rokok, agar kejadian kebakaran lahan atau bangunan yang disebabkan aktivitas pembakaran sampah dan puntung rokok tidak kembali terjadi.

“Saling peduli, mari cegah potensi kebakaran dengan tidak melakukan aktivitas yang bisa mengakibatkan terjadinya kebakaran lahan dan hutan (karhutla), dan jangan bakar sampah dekat bangunan yang bisa merembet ke bangunan,” pungkas Jajat. (oni)

0 Komentar