RADARCIREBON.ID – Pendidikan karakter tidak hanya dibangun melalui pembelajaran di dalam kelas. Semangat itu menjadi bagian utama Kemah Bakti Pramuka Pendidikan Kesetaraan Ke-V Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 yang resmi dibuka Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi di Lapang Sepak Bola Desa Mandalajaya, Kecamatan Maleber.
Kegiatan yang digelar DPD Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Kuningan tersebut diikuti peserta pendidikan kesetaraan dari berbagai PKBM.
Bupati Dian yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kuningan menilai kemah bakti menjadi ruang pembelajaran yang mampu membentuk karakter melalui pengalaman langsung.
Baca Juga:IDI Perluas Akses Kesehatan, Dokter Spesialis Sambangi Subang Kuningan Capacity Building Perkuat Kompetensi Guru PAUD di Kuningan
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar mengajarkan peserta hidup di alam terbuka, tetapi juga menanamkan kebersamaan, kepedulian sosial, kreativitas, dan semangat saling membantu.
“Ini proses pendidikan pembentukan karakter, memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, sekaligus mengembangkan kreativitas dan inovasi,” ujar Dian.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan melalui Paket A, B, dan C memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terus belajar, termasuk mereka yang sebelumnya menghadapi hambatan dalam mengakses pendidikan.
Karena itu, Dian mengingatkan peserta bahwa kesempatan untuk belajar selalu terbuka tanpa mengenal usia.
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar,” tegasnya.
Dian menilai pengalaman di luar ruang kelas juga memiliki peran penting dalam membangun karakter. Interaksi sosial, kegiatan kemasyarakatan, lingkungan, hingga aktivitas di alam terbuka menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Ia menyebut Kemah Bakti memiliki konsep yang lengkap karena menggabungkan pendidikan, kepramukaan, kegiatan sosial, kepemimpinan, kebudayaan, dan kesehatan.
“Ini memadukan pendidikan, kepramukaan, kegiatan sosial, kepemimpinan, kebudayaan, dan kesehatan,” katanya.
Baca Juga:Umrah Wadiah Menabung Bertahap Mulai Rp500 RibuPolres Kuningan Sita 62 Botol Miras dari Sejumlah Warung
Rangkaian kegiatan juga diisi bakti sosial, penanaman bibit tanaman, serta pemungutan sampah. Aktivitas tersebut menjadi sarana bagi peserta untuk belajar membangun empati sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Dian menekankan bahwa semangat gotong royong harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Yang susah kita bantu, yang lemah kita dorong. Ini pembelajaran yang luar biasa,” ujarnya.
