RADARCIREBON.ID – Penguatan kapasitas pendidik menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi kepala sekolah dan guru TK untuk memperluas wawasan, memperkuat kompetensi, sekaligus mengevaluasi kesiapan pendidik menghadapi dunia pendidikan yang terus berkembang.
Bupati Dian menilai capacity building tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman. Menurutnya, kegiatan tersebut juga harus menjadi momentum bagi pendidik untuk memperbarui semangat dan cara pandang dalam memahami kebutuhan anak di tengah perubahan zaman.
Baca Juga:Setelah ASN, BNN Siap Periksa 50 Anggota DPRD Kuningan Dukungan dari Provinsi Berkurang, Anggaran JKN Terancam Defisit, Dinkes Perketat Verifikasi Peserta PBI
Ia menekankan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis karena menjadi fondasi awal dalam pembentukan karakter. Karena itu, proses pembelajaran pada jenjang PAUD tidak boleh hanya berorientasi pada kemampuan akademik dasar.
“Pendidikan anak usia dini memiliki posisi strategis karena menjadi fondasi awal pembentukan karakter,” ucapnya.
Dian menjelaskan, peran guru PAUD jauh lebih luas daripada sekadar mengenalkan warna, huruf, dan angka. Guru juga memiliki tanggung jawab membantu anak membangun keberanian, kepedulian, rasa ingin tahu, serta kemampuan berinteraksi dengan lingkungan.
Menurutnya, pendidik harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Sikap tersebut dinilai penting agar guru mampu mengikuti perubahan sekaligus memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak.
“Guru yang hebat bukanlah guru yang merasa sudah mengetahui semuanya. Guru yang hebat adalah guru yang tidak pernah berhenti belajar,” ujarnya.
Dian juga mengingatkan para pendidik agar tidak gagap menghadapi perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi, kata dia, harus diikuti dengan kemampuan guru menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakteristik anak.
Namun, adaptasi terhadap teknologi tetap harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai dasar pendidikan yang menempatkan manusia sebagai pusat proses pembelajaran.
Baca Juga:Pemda Canangkan Bulan Dana PMI, Target Naik Jadi Rp900 JutaDi Balik Angka Stunting, Ada Mimpi Anak-anak Kuningan yang Harus Dijaga
Sementara itu, Bunda PAUD Kuningan Hj. Ela Helayati mengapresiasi dedikasi keluarga besar IGTKI-PGRI dalam memperkuat pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kuningan.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas individu para pendidik, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, dan memperkuat soliditas organisasi.
