Nuriana menegaskan, sasaran utama program memang para pengemudi becak lanjut usia. Di sejumlah daerah, penerima bantuan rata-rata berusia 60 tahun ke atas. Bahkan, menurutnya, pernah ada penerima di Malang yang berusia 100 tahun dan masih bekerja sebagai pengemudi becak.
“Kasihan mereka lanjut usia mengayuh becak dengan tenaganya siang-siang panas. Dengan becak listrik ini mereka tidak perlu mengeluarkan tenaganya,” katanya.
Program becak listrik ini menjadi salah satu bagian dari kegiatan sosial Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional. Nuriana menjelaskan, yayasan memiliki empat bidang utama kegiatan, yakni pendidikan, pengentasan kemiskinan, kesehatan, dan kemanusiaan.
Baca Juga:Dini-Revanza Pinunjul Nok Nang Dermayu 2026Gara-gara Bakar Sampah, Warung di Kandanghaur Terbakar, Kerugian Mencapai Rp24 Juta
Sejumlah program lain disebut telah berjalan di berbagai daerah. Di bidang pendidikan, di antaranya pemberian beasiswa, tablet untuk anak-anak di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), bantuan seragam sekolah bagi anak kurang mampu, serta kacamata bagi anak yang membutuhkan.
Di bidang kesehatan dan kemanusiaan, yayasan juga menjalankan kegiatan seperti operasi katarak, operasi bibir sumbing, serta bantuan alat dan kebutuhan bagi penyandang disabilitas, termasuk kursi roda dan kaki palsu.
Untuk bantuan becak listrik sendiri, Nuriana menegaskan kendaraan tersebut bukan untuk diperjualbelikan. Penerima diminta menjaga, merawat, dan memanfaatkannya untuk kegiatan produktif.
Pesan tersebut menjadi penting karena tujuan utama program bukan hanya memindahkan pengguna becak konvensional ke kendaraan listrik, melainkan menjaga agar warga lanjut usia tetap memiliki ruang untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan.
Di Kuningan, peluang pemanfaatannya pun cukup beragam. Selain mengangkut penumpang di kawasan datar, becak listrik dapat dikembangkan untuk mendukung UMKM, membawa hasil usaha atau hasil pertanian, hingga menjadi bagian dari layanan transportasi di kawasan wisata.
Pemerintah daerah juga membuka peluang agar para kusir delman lanjut usia yang masih aktif bekerja dapat ikut memperoleh manfaat apabila memenuhi persyaratan program. Dengan begitu, transformasi kendaraan tidak harus menghilangkan pekerjaan tradisional, tetapi justru dapat memberikan pilihan teknologi yang lebih ringan bagi mereka yang sudah lanjut usia. (bud)
