Gencarkan Apel Siaga Karhutla, Tim Gabungan Darma Diperkuat MPA dari Paguyuban Silihwangi Majakuning

Apel Siaga Karhutla
Gencarkan Apel Siaga Karhutla, Tim Gabungan Darma Diperkuat MPA dari Paguyuban Silihwangi Majakuning
0 Komentar

Ketua MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning, H. Nandar Junar Arif, S.Hut., mengatakan pihaknya menurunkan sekitar 25 personel yang merupakan perwakilan dari 3 kelompok untuk apel di Kecamatan Darma. Mereka berasal dari MPA Kelompok Tani Hutan (KTH) Gunung Sirah, KTH Karangsari, serta KTH Sagarahiang.

Sejumlah peralatan disiapkan untuk mengantisipasi kebakaran, di antaranya APAR, jet shooter, 2 unit mesin penyemprot air, serta sejumlah peralatan taktis lainnya.

“Alhamdulillah di Kecamatan Darma ini kita ada 3 kelompok. Kita menurunkan sekitar 25 personel dari 3 KTH, sekaligus membawa alat-alat untuk antisipasi kebakaran,” kata Nandar.

Baca Juga:Sri Unggul Sejahtera Mengusung Konsep Wisata Edukasi Pertanian Puncak Hari Pramuka, Tak Sekadar Seremonial, Harus Bermanfaat 

Nandar menilai langkah antisipasi jauh lebih penting dibandingkan penanganan ketika kebakaran sudah meluas. Hal tersebut, menurut dia, sejalan dengan kesiapsiagaan yang sebelumnya dilakukan di Kecamatan Pasawahan beberapa waktu lalu.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam pembukaan lahan, terlebih pada kondisi kemarau ketika vegetasi dan dedaunan mengering sehingga api berpotensi cepat merambat.

Kehadiran MPA Silihwangi Majakuning dalam apel di Darma sekaligus memperluas pola pengawasan terhadap potensi karhutla. Selain menjaga kawasan yang selama ini menjadi wilayah penyangga Gunung Ciremai, para relawan juga siap membantu pemantauan di wilayah Kecamatan Darma dan sekitarnya.

Apel di Kecamatan Darma ini melanjutkan kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Kecamatan Pasawahan. Langkah tersebut menunjukkan upaya memperkuat kesiapan di tingkat kewilayahan, terutama saat puncak kemarau meningkatkan risiko munculnya titik api.

Dengan keterlibatan pemerintah desa, Linmas, TNI-Polri, relawan BBWS, serta kelompok MPA dari masyarakat sekitar Gunung Ciremai, kewaspadaan diharapkan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi, tetapi dimulai dari pencegahan melalui pengawasan aktivitas masyarakat dan kesiapan peralatan pemadaman. (bud)

0 Komentar