Sri Unggul Sejahtera Mengusung Konsep Wisata Edukasi Pertanian 

Ketua Koptan Sri Unggul Sejahtera, H Taryono
Ketua Koptan Sri Unggul Sejahtera, H Taryono berada di lahan pertanian yang siap dikembangkan menjadi kawasan eduwisata dengan memadukan konsep pertanian dan peternakan, Minggu (6/9).
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Koperasi Tani (Koptan) Sri Unggul Sejahtera di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu terus mempersiapkan diri menuju desa wisata. Yakni, dengan mengintegrasikan sektor pertanian modern, peternakan, dan pariwisata. Mengandalkan potensi ribuan hektare lahan pertanian, Koptan Sri Unggul Sejahtera mengusung konsep wisata edukasi pertanian dari hulu hingga hilir.

Program tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia atau ICMI, serta berbagai jenjang lembaga pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi yang berada di Jakarta.

Ketua Koptan Sri Unggul Sejahtera, H Taryono mengungkapkan, dari total 484 hektare lahan gabungan kelompok tani atau gapoktan, sekitar 200 hektare di antaranya telah dialokasikan secara khusus untuk kawasan edukasi dan pengembangan sektor produktif.

Baca Juga:Puncak Hari Pramuka, Tak Sekadar Seremonial, Harus Bermanfaat Kandang Ayam Terbakar, 18 Ribu Ekor DOC Terpanggang, Kerugian Capai Rp2 Miliar

“Konsep besarnya adalah wisata pertanian berkolaborasi dengan ICMI dan lembaga pendidikan. Dari 484 hektare lahan gapoktan, sebanyak 200 hektare sudah siap kita kembangkan, mencakup sektor pertanian hulu-hilir, hortikultura, hingga peternakan yang masing-masing akan ada pengelolanya,” ujar H Taryono kepada Radar Indramayu, Minggu (6/9/2026).

Saat ini, fokus utama koperasi diarahkan pada percepatan dua unit usaha inti, yakni penyewaan alat dan mesin pertanian atau alsintan serta produksi beras. Koperasi menargetkan pengiriman beras hingga 10 ton ke wilayah Jakarta dan Bogor melalui kemitraan strategis dengan ICMI.

Operasional di lapangan juga diperkuat oleh Brigade Pangan dan tujuh kelompok tani yang berada di Desa Wanasari. Ketujuh kelompok tani tersebut secara keseluruhan memiliki 255 anggota.

Taryono mengungkapkan, sebagai langkah menuju desa wisata dengan konsep eduwisata pertanian, Koperasi Sri Unggul Sejahtera telah meluncurkan program pembangunan ekosistem UMKM berbasis koperasi eduwisata dan ekonomi sirkuler desa-kota.

“Alhamdulillah untuk fasilitas penunjang kita punya semua, dari pabrik penggilingan, alsintan juga sudah lengkap mulai dari transplanter, combine harvester, traktor roda empat, rotavator. Kita juga dapat bantuan dua unit angkutan listrik roda tiga dari Koperasi Garudayaksa Nusantara atau KGN,” ujarnya.

Selain mengembangkan komoditas tanaman pangan seperti padi dan produk hortikultura, koperasi juga menyiapkan penataan infrastruktur dasar. Pembenahan lahan pertanian yang nantinya dijadikan lokasi eduwisata akan dilakukan bersama para anggota Koptan Sri Unggul Sejahtera.

0 Komentar