Sri Unggul Sejahtera Mengusung Konsep Wisata Edukasi Pertanian 

Ketua Koptan Sri Unggul Sejahtera, H Taryono
Ketua Koptan Sri Unggul Sejahtera, H Taryono berada di lahan pertanian yang siap dikembangkan menjadi kawasan eduwisata dengan memadukan konsep pertanian dan peternakan, Minggu (6/9).
0 Komentar

“Rencana 200 hektare itu di dalamnya ditata akan ada saung, aula pembelajaran, dan sarana lainnya. Ada juga lahan pertaniannya, jadi ketika ada sekolah yang ingin mengetahui produksi beras dari hulu ke hilir, ada semuanya,” ujarnya.

Tidak hanya sektor pertanian, bidang peternakan juga disiapkan melalui program pemberdayaan berbasis komunitas. Setiap RT direncanakan mendapatkan 50 hingga 100 ekor bebek.

“Rencananya terintegrasi dari hulu ke hilir, baik untuk produksi telur maupun pembibitan. Untuk menekan biaya operasional, koperasi juga bersiap memproduksi pakan mandiri. Stok pakan disiapkan khusus pada bulan September, Oktober, hingga Desember untuk mengantisipasi lonjakan harga pakan di pasaran,” jelas Taryono.

Baca Juga:Puncak Hari Pramuka, Tak Sekadar Seremonial, Harus Bermanfaat Kandang Ayam Terbakar, 18 Ribu Ekor DOC Terpanggang, Kerugian Capai Rp2 Miliar

Selain bebek pedaging dan petelur, Taryono juga mengungkapkan bahwa ternak kambing dan sapi menjadi salah satu bisnis yang terus dikembangkan. Usaha tersebut telah memiliki rantai pemasaran sehingga anggota yang menjalankannya tidak perlu khawatir hasil produksinya tidak terserap pasar.

“Nanti setiap bidang usaha yang ada di Koptan akan ada pengurus bidang usahanya masing-masing. Kita awasi, hasil panen baik itu pertanian, perkebunan, dan peternakan akan diserap oleh Koptan karena kita sudah ada pemasarannya,” ujarnya.

Taryono berharap, konsep yang memadukan pertanian terintegrasi dengan eduwisata serta perekonomian desa dan kota tersebut dapat berjalan dengan baik. Dengan demikian, keberadaan Koptan Sri Unggul Sejahtera diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat desa.

“Sebetulnya ekosistem itu sudah ada semua di kami, tinggal peningkatan fasilitas dan penataannya saja agar ketika pengunjung saat wisata edukasi berlangsung, semua sudah tersedia di sini karena sistem dari hulu ke hilir ini sudah terbentuk,” pungkasnya. (oni)

0 Komentar