38 Pohon Tumbang Selama Kemarau – Angin Kencang di Kota Cirebon

Pohon Kawasan Bima
PEMANGKASAN: Pohon rindang di pintu masuk Kawasan Bima dari arah Jalan Bypass telah dilakukan pemangkasan, Minggu (6/9/2026). FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Musim kemarau turut meningkatkan risiko pohon tumbang di sejumlah wilayah Kota Cirebon. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon mencatat 38 kejadian pohon tumbang sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Cirebon, Arief Adhitya Firmansyah, mengatakan pohon tumbang menjadi salah satu potensi bencana yang perlu diwaspadai masyarakat selama musim kemarau.

Menurutnya, cuaca panas dan kondisi kering dapat membuat sebagian pohon mengalami kerusakan, terutama pada dahan dan batang yang sudah tua atau mati. Sejumlah pohon berukuran besar di kawasan strategis, seperti sekitar Stadion Bima, juga mulai menunjukkan kondisi kering dengan daun dan dahan yang mati..

Baca Juga:Polresta Cirebon Terjunkan Water Canon Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak KekeringanKomisi I DPRD Cirebon Tegaskan Semua SKPD Berbasis Risiko Wajib Ikut Bimtek 

BPBD mengimbau pengendara maupun pejalan kaki meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas atau beraktivitas di bawah pohon besar yang terlihat tua, gundul, atau memiliki dahan kering.

“Hindari pohon-pohon besar yang terlihat rapuh, biasanya dahan-dahannya gundul,” katanya.

Selain faktor cuaca, BPBD mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah di sekitar pohon. Aktivitas tersebut dapat merusak bagian pangkal batang dan meningkatkan risiko kebakaran di kawasan vegetasi atau jalur hijau.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, BPBD mendorong masyarakat segera melaporkan pohon yang terlihat miring, mati, atau memiliki banyak dahan kering. Laporan tersebut diperlukan agar penanganan, termasuk pemangkasan, dapat dilakukan sebagai langkah mitigasi.

“Dengan laporan masyarakat, kami bisa melakukan penanganan lebih cepat sehingga risiko pohon tumbang yang membahayakan warga dapat diminimalkan,” pungkasnya. (ade)

0 Komentar