Sekolah Tetap Luring di Kota Cirebon, Siswa Diimbau Pakai Masker

Kabid Pengelolaan Pendidikan Dasar Disdik, Dr Ade Cahyaningsih SPd MPd
IMBAUAN: Kabid Pengelolaan Pendidikan Dasar Disdik, Dr Ade Cahyaningsih SPd MPd mengimbau peserta didik pakai masker. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara tatap muka (luring) di tengah sebaran abu vulkanik sisa erupsi Gunung Anak Krakatau.

Meski demikian, siswa diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di lingkungan sekolah sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Dasar Disdik Kota Cirebon, Dr Ade Cahyaningsih SPd MPd, mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pemerintah daerah diberi kewenangan menentukan langkah mitigasi sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Baca Juga:Pemerintah Kabupaten Cirebon Awasi Distribusi, Cegah Penimbunan Bahan PokokPorprov Jabar 2026, Kontingen Cirebon Kirim 391 Atlet dari 38 Cabor, Target Masuk 15 Besar

Ade mengakui terdapat material debu di sejumlah lokasi di Kota Cirebon. Namun, pihaknya belum dapat memastikan material tersebut merupakan abu vulkanik karena belum dilakukan pemeriksaan khusus.

“Memang saya akui ada, tetapi saya tidak bisa memastikan apakah itu abu vulkanik karena tidak menggunakan alat atau pemeriksaan khusus. Jadi, baru sebatas dugaan,” kata Ade kepada Radar Cirebon, Senin (7/9/2026).

Menurut Ade, kondisi di setiap daerah berbeda. Di sejumlah wilayah Banten, Bogor, dan Bandung, endapan material vulkanik terlihat lebih pekat. Sementara di Kota Cirebon, dampaknya dinilai belum memerlukan penghentian pembelajaran tatap muka.

Disdik memilih langkah mitigasi secara proporsional dengan mendorong sekolah memberikan edukasi kesehatan kepada siswa. Sejumlah sekolah juga mulai memasang poster imbauan penggunaan masker, salah satunya SDN Kedung Krisik.

Selain penggunaan masker, sekolah diminta memperhatikan cara membersihkan endapan debu. Abu tidak dianjurkan disapu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel kembali beterbangan dan terhirup.

“Petugas kebersihan dan penjaga sekolah diminta membasahi area terlebih dahulu sebelum dibersihkan,” ujar Ade.

Sementara itu, kegiatan piket siswa tetap dapat dilakukan sebagai bagian dari pembelajaran kedisiplinan. Namun, siswa tidak diperkenankan terlibat langsung dalam penanganan material yang berpotensi mengganggu kesehatan. (ade)

0 Komentar