RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kabupaten Cirebon memperketat pergerakan bahan pokok. Memastikan stok tersedia. Pun mengawasi distribusinya agar tidak tersendat.
Pemkab Cirebon melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), terus memperkuat koordinasi dengan Bulog dan Tim Ketahanan Pangan Daerah.
Kabid Sarana dan Pelaku Distribusi Disperdagin Kabupaten Cirebon, Teguh Mulyono mengatakan, sejumlah komoditas strategis, terutama beras dan minyak, menjadi perhatian.
Baca Juga:Polresta Cirebon Terjunkan Water Canon Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak KekeringanKomisi I DPRD Cirebon Tegaskan Semua SKPD Berbasis Risiko Wajib Ikut Bimtek
Sebab, ketersediaan barang di gudang belum tentu menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi apabila distribusinya terganggu.
Karena itu, pengawasan dan pengendalian diarahkan sampai pada jalur distribusi melalui koordinasi lintas instansi seperti menggandeng Bulog.
“Pemerintah ingin memastikan bahan pokok terus bergerak dari sumber pasokan hingga ke pasar dan masyarakat,” kata Teguh kepada Radar Cirebon.
Ia menjelaskan, koordinasi dilakukan untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Namun, persoalan yang diawasi bukan hanya kelancaran distribusi. “Penimbunan juga menjadi perhatian,” katanya.
Menurutnya, barang yang ditahan terlalu lama di tingkat distributor maupun pelaku usaha berpotensi mengganggu keseimbangan pasokan.
Jika barang berkurang di pasar, masyarakat bisa merasakan kelangkaan meski stok sebenarnya masih tersedia. “Kondisi semacam itu juga berpotensi memicu tekanan terhadap harga,” terangnya.
Baca Juga:Lulusan Siap Kerja hingga ke Luar Negeri, Berada di Zona Industri, Bupati Imron Bakal Adopsi Konsep Vokasi SMKIKM Terus Tumbuh, Disperindag Cirebon Perkuat Pembinaan agar Naik Kelas
Karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan jalur distribusi tetap terbuka dan pasokan tidak tersendat.
Pengawasan dilakukan bersama Tim Ketahanan Pangan Daerah dengan memperkuat koordinasi antarinstansi.
“Targetnya jelas. Bahan pokok tersedia, distribusi lancar, dan masyarakat tidak dibuat repot oleh kelangkaan yang sebenarnya bisa dicegah,” tegasnya.
Sebab, tambah Teguh, urusan pangan bukan hanya soal berapa banyak barang yang tersimpan. Tetapi juga soal seberapa lancar barang itu sampai ke pasar dan akhirnya ke meja makan masyarakat. (sam)
