“Justru wakafkan waktu beberapa bulan ke depan untuk menularkan ilmu, pengetahuan, dan wawasan kepada adik-adik kita. Insyaallah menjadi amal jariah,” ungkapnya.
Dian menegaskan, pensiun merupakan bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan loyalitas PNS yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, serta waktunya selama puluhan tahun.
“Pensiun itu sebetulnya bentuk penghargaan dan bentuk pengakuan negara terhadap dedikasi serta loyalitas Bapak dan Ibu,” jelasnya.
Baca Juga:Warga Cihanjaro Kuningan Mendapat Bantuan Air Bersih Seba Sapton dan Babarit Meriahkan Hari Jadi Ke-528 Kuningan
Selain kegiatan sosial, bupati mendorong calon pensiunan mempersiapkan aktivitas produktif setelah purna tugas. Salah satunya dengan berwirausaha.
Namun, ia berpesan agar usaha tidak baru dimulai ketika sudah pensiun.
“Kalau bisa bisnis itu jangan dimulai saat sudah pensiun, harus jauh sebelumnya,” pesannya.
Sementara itu, berdasarkan laporan Ketua Panitia Beni Prihayatno, SSos MSi, yang disampaikan Kepala Bidang Informasi Kepegawaian, Pengadaan, Pemberhentian dan Fasilitasi ASN BKPSDM Kabupaten Kuningan Supriadi SE, sebanyak 110 ASN memasuki masa purnabakti pada periode tersebut.
Mereka berasal dari berbagai jenjang, yakni jabatan fungsional, staf, eselon IV, III hingga II.
Supriadi mengatakan, kegiatan penyerahan SK Pensiun tersebut bertujuan memberikan kepastian hukum terhadap hak-hak kepegawaian PNS sekaligus menjadi bentuk penghormatan pemerintah atas pengabdian para ASN.
Dengan memasuki masa purna bakti, para PNS tersebut diharapkan tetap dapat menjalankan aktivitas yang produktif dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat. (*/ags)
