Eman berharap bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para penerima. Ia meminta para pengayuh menjaga dan memanfaatkan becak listrik dengan penuh tanggung jawab sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Jaga dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ini adalah amanah yang harus dipelihara dan digunakan untuk membantu meningkatkan taraf hidup,” pesannya.
Menurut Eman, penggunaan becak listrik juga dapat mengurangi beban fisik para pengayuh yang sebagian besar telah berusia lanjut. Dengan operasional yang lebih ringan, mereka tetap dapat bekerja tanpa mengeluarkan tenaga sebesar saat menggunakan becak kayuh.
Baca Juga:Mahasiswa KKM UMC Kelompok 29 Bagikan Pupuk Cair Berbahan Limbah Rumah Tangga kepada Warga Jagapura KulonBara di Bawah Permukaan Diduga Picu Karhutla Kembali Menyala di Ciremai
Berkurangnya biaya operasional juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan harian para pengayuh sehingga berdampak terhadap kesejahteraan keluarga.
Salah seorang penerima bantuan dari Kecamatan Kadipaten, Salim, mengaku bersyukur mendapat perhatian dari pemerintah.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas perhatian langsung dari Bapak Presiden. Becak listrik ini sangat membantu tenaga kami yang sudah tidak muda lagi. Sekarang kami punya kendaraan sendiri tanpa perlu membayar uang sewa harian lagi,” ungkapnya.
Program bantuan tersebut merupakan bagian dari pengadaan 70.000 unit becak listrik secara nasional yang disalurkan secara bertahap. Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memodernisasi moda transportasi tradisional sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja rentan di berbagai daerah di Indonesia.
Bagi Kabupaten Majalengka, bantuan 300 unit becak listrik tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi fasilitas transportasi baru, tetapi juga aset produktif yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi para pengayuh dan keluarganya. (ono)
