Mahasiswa KKM UMC Kelompok 29 Bagikan Pupuk Cair Berbahan Limbah Rumah Tangga kepada Warga Jagapura Kulon

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UMC Kelompok 29
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UMC Kelompok 29 melaksanakan kegiatan pembuatan dan pembagian pupuk cair kepada warga Desa Jagapura Kulon, Kecamatan Gegesik.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) Kelompok 29 melaksanakan kegiatan pembuatan dan pembagian pupuk cair kepada warga Desa Jagapura Kulon, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, pada 8 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam memperkenalkan pemanfaatan sampah rumah tangga sebagai bahan yang dapat diolah kembali. Bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk cair itu berasal dari sampah organik rumah tangga, seperti sisa potongan sayuran.

Dalam prosesnya, mahasiswa menggunakan sisa potongan sayuran yang belum dimasak, tanpa memasukkan nasi maupun makanan sisa yang telah dimasak. Selain bahan organik tersebut, digunakan pula kotoran kambing sebagai salah satu bahan dalam proses pengolahan.

Baca Juga:Bara di Bawah Permukaan Diduga Picu Karhutla Kembali Menyala di CiremaiKomplotan Geng Motor Takluk, Delapan Remaja Diamankan karena Resahkan Warga

Bahan-bahan tersebut kemudian dicampurkan dengan air cucian beras dan gula merah yang telah dilarutkan. Campuran itu selanjutnya digunakan dalam proses pembuatan pupuk cair berbahan organik.

Mahasiswa KKM Kelompok 29 kemudian membagikan pupuk cair yang telah dibuat kepada warga Desa Jagapura Kulon. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenalkan cara pemanfaatan limbah organik rumah tangga agar dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Dosen Pembimbing UMC, Johan, M.T., mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, program pembuatan pupuk cair berbahan limbah rumah tangga ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya melatih mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat, tetapi juga memberikan solusi sederhana atas persoalan sampah rumah tangga. Saya berharap warga dapat melanjutkan dan mengembangkan apa yang sudah diperkenalkan oleh mahasiswa,” ujar Johan.

Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk cair dapat menjadi alternatif yang murah dan ramah lingkungan, terutama bagi warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.

Pemanfaatan sampah organik tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam mengurangi sampah rumah tangga, khususnya limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM UMC Kelompok 29 turut mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga dan memanfaatkan bahan-bahan organik yang tersedia di sekitar.

0 Komentar