Penjualan Pakaian Impor Bekas di Cirebon Turun Drastis

pakaian-impor-bekas
Adanya larangan dari pemerintah membuat penjualan pakaian impor bekas di Kabupaten Cirebon turun drastis. Foto: Cecep Nacepi/Radarcirebon.id
0 Komentar

CIREBON, RADARCIREBON.ID – Para penjual pakaian impor bekas di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon lagi menjerit.

Pasalnya, penjualan mereka turun signifikan setelah adanya larangan dari pemerintah soal penjualan pakaian impor bekas atau thrifting.

Larangan untuk menjual pakaian impor bekas itu dilakukan melalui online maupun langsung.

Baca Juga:Kuliah 7 Menit, Dispusip Pertahankan Etos Kerja Saat RamadhanMACAN Kumbang 852 Polresta Cirebon Beraksi, Belasan Orang Diciduk

Ditambah lagi, adanya pemberitaan terkait penyitaan pakaian impor bekas oleh Kementerian Perdagangan RI membuat para pembeli beralih ke pakaian baru.

Sehingga, penjualan pakaian impor bekas semakin menurun signifikan. Para pedagang harus sabar menunggu konsumen untuk membeli pakaian impor bekas.

Salah satu karyawan penjual pakaian impor bekas di Kecamatan Sumber Jagad mengaku, dapat larangan pakaian impor bekas sangat terasa.

Dikatakan Jagad, setelah adalah larangan pakaian impor bekas, di tempat bekerjanya itu, biasanya banyak pengunjung yang datang dan membeli sekarang terasa sepi. “Hanya beberapa orang saja,” katanya.

Dalam sehari, kata Jagad, biasanya ada 100 pcs pakaian impor bekas  yang terjual. Namun, setelah gencar pemberitaan , dalam satu hari hanya terjual belasan psc saja.

“Pengaruhnya cukup terasa, sekarang hanya belasan psc saja pakaian impor bekas terjual per harinya,” kata Jagad.

Ia juga mengungkapkan, sebelum adannya larangan pakaian impor bekas, pihaknya mampu belanja 15 bal pakaian impor bekas  dari Korea.

Baca Juga:Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Cirebon Tanggal 30, 31 Maret dan 1 April 2023Minat Baca di Perpustakaan Daerah Cirebon Berkurang 50 Persen saat Ramadhan

Pakaian impor bekas itu sudah dilakukan sortir terlebih dahulu sebelum dijual. Tapi sekarang, pihaknya tidak bisa membeli dengan jumlah tersebut karena pembelinya menurun.

Ia menjelaskan, tokonya telah menjual pakaian impor bekas dari tahun 2020 lalu.

Saat itu, Ia menjual pakaian impor bekas dengan cara online. Nah, baru pada tahun 2021 penjualan dilakukan secara offline, di Kecamatan Sumber.

Harga pakaian impor bekas yang ditawarkan pun tergolong murah. Dari Rp25.000 sampai Rp200 ribu.

“Kami jual mulai dari Rp25 ribu hingga Rp 200 ribu untuk baju, celana, jaket dan sweater, sedangkan untuk sepatu bakas harganya beragam. Kita sebisa mungkin memperkenalkan produk yang kita jual itu barang impor,” paparnya.

0 Komentar