Sopir-Pengusaha Sepakat Harga Pasir Naik

Sopir-Pengusaha Sepakat Harga Pasir Naik
TETAP NAIK: Pengusaha pasir dan sopir dump truck dimediasi DPRD, akhirnya menyepakati kenaikan harga pasir, kemarin (5/6). FOTO : MUMUH MUHYIDDIN/RADAR KUNINGAN
0 Komentar

KUNINGAN – Sejumlah sopir dump truck, audiensi dengan pengusaha tambang pasir dan anggota dewan di Gedung DPRD Kuningan, Jumat (5/6). Pertemuan tersebut membahas rencana kenaikan harga pasir.
Audiensi dipimpin langsung Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy SE. Hadir pula pimpinan Komisi III DPRD Kuningan beserta anggota komisinya. Mereka ikut memberikan masukan agar ada kesepakatan harga yang sesuai kondisi saat ini.
Ketua Paguyuban Sopir Dump Truk Anang, menyampaikan keberatannya di masa pandemi Covid-19 ini tiba-tiba ada kenaikan harga pasir. Itu yang membuat sopir sulit untuk menjual kepada masyarakat. Oleh karena itu, para sopir memohon agar harga pasir tidak dulu dinaikkan.
“Saat wabah virus sekarang ini, tiba-tiba ada kenaikan harga pasir yang membuat kami kesulitan untuk menjualnya. Kami mohon jangan dulu naik, karena kami juga terdampak adanya pandemi Covid-19,” harapnya.
Pihak pengusaha tambang pasir, H Dudi Bahrudin menanggapi keluhan dari para sopir dump truck tersebut. Ia membeberkan alasan kenapa harga pasir terpaksa dinaikan saat seperti ini.
“Tahun sekarang memang semuanya dalam kondisi kesusahan, bukan hanya tingkat bawah tapi hampir semua sektor terkena dampaknya. Pada awal Januari 2020 dengan mulai turun musim penghujan, dari pendapatan yang biasanya satu galian 50 dump truck turun menjadi 20. Bahkan hanya 15, sehingga semua pengusaha pasir mengeluh,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ia menyebut adanya kenaikan harga spare part dari alat berat hingga beban naiknya harga solar dan sewa alat berat yang tidak murah. Sempat pula para pengusaha tambang pasir menyepakati untuk tidak beroperasi selama pandemi Covid-19.
“Tapi tuntutan dari para pekerja pengorek pasir yang jumlahnya banyak, menginginkan agar pekerja itu tetap bisa bekerja. Para pekerja itu sama terdampak pandemi, namun tetap ingin punya penghasilan dari bekerja di tambang pasir,” bebernya.
Ia mengaku, jika pertemuan antara sopir dump truck dan pengusaha tambang pasir sempat beberapa kali melakukan pertemuan untuk membahas kenaikan harga pasir. Namun hingga pertemuan terakhir, belum ada titik temu kesepakatan soal harga pasir.
“Akhirnya kami sepakat hal ini dibawa ke audensi sekarang di DPRD Kuningan,” tandasnya.

0 Komentar