Harus Minta Maaf secara Terbuka

kiai Hayi (2)
HARUS MINTA MAAF: Pengasuh Pondok Pesantren Gedongan, KH Drs Abdul Hayi Imam MAg mendesak Hermanto meminta maaf atas statemennya yang mempertanyakan IMB Pesantren. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
0 Komentar

PENGASUH Pondok Pesantren Gedongan, KH Drs Abdul Hayi Imam MAg berkali-kali menyebut, nait baik harus diikuti dengan cara yang baik dan tujuan yang baik. Hal tersebut ia sampaikan, menyikapi pernyataan Hermanto yang oleh banyak pihak dianggap mengusik ketentraman pondok pesantren di Kabupaten Cirebon.
Menurut pria yang akrab disapa Kiai Hayi tersebut, ia secara pribadi meminta Hermanto untuk tidak sungkan mengakui kesalahannya dan meminta maaf di hadapan public, terkait polemik yang timbul akibat statemennya yang menyinggung keberadaan pesantren.
“Secara pribadi saya meminta Hermanto untuk memohon maaf dan mengakui kesalahannya di hadapan publik.  Hal-hal seperti ini juga tidak boleh terulang lagi di kemudian hari,” ujar Kiai Hayi.
Ditambahkannya, jika memang Hermanto mempunyai niat baik terhadap pesantren, maka niat baik tersebut harus diteruskan dengan mencari solusi yang ril. Salah satunya adalah bagaimana pesantren bisa dengan mudah memiliki IMB, sekaligus legalitas lainnya yang harus ditempuh dan dimiliki.
“Tapi kalau niatnya baik, maka jangan lupa, harus disampaikan dengan cara yang baik, tidak menimbulkan polemik,” imbuhnya.
Menurut Kiai Hayi, yang terjadi saat ini justru caranya kurang etis. Karena yang beredar bahwa yang bersangkutan menyebut pembangkangan (ketidaktaatan pesantren).
“Kalau dia caranya baik, tujuannya baik, harusnya jangan mengatakan ketidaktaatan atau pembangkangan para pendiri, pengasuh pesantren, atau lembaga pesantren,” jelasnya.
Menurutnya, pesantren rata-rata didirikan di atas tanah pribadi atau turun-temurun sejak sebelum adanya koridor tatanan dan aturan soal IMB. Oleh karena itu, ia meminta agar Hermanto sebagai legislator berbicara sesuai porsinya. Secara profesional untuk mencarikan solusi kemudahan pada instansi dan lembaga terkait. Bukan malah menyebut sebagai pembangkangan atau ketidaktaatan.
“Mungkin Hermanto itu gagal paham tentang sejarah dan eksistensi pesantren yg notabene didirikan oleh kiai,” ungkapnya. (dri) 

0 Komentar