PLUMBON – Disnakertransa Kabupaten Cirebon memastikan di sisa tahun anggaran 2020, kemungkinan besar tidak akan menggelar pelatihan-pelatihan tenaga kerja. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar anggaran di Disnakertrans, terkena refocusing untuk penanganan Covid-19.
Hal tersebut disampaikan Kadisnakertrans Kabupaten Cirebon, Erry Ahmad Adisaputra kepada Radar, kemarin. Menurutnya, saat ini pelatihan rutin yang biasanya dilaksanakan oleh Disnakertrans, untuk sementara waktu tidak bisa dilaksanakan karena keterbatasan anggaran.
“Anggaran kita banyak yang terkena refocusing. Salah satunya untuk pelatihan rutin yang biasnaya kita laksanakan di balai latihan kerja (BLK) ataupun tempat-tempat lainnya. Kemungkinan di sisa tahun anggaran ini tidak akan ada pelatihan,” ujarnya.
Menurut Erry, meskipun masih ada waktu tersisa di pembahasan anggaran perubahan, namun hal tersebut tidak akan efektif karena waktu yang terbatas. Belum lagi kondisi pandemi yang saat ini belum tahu kapan akan selesai.
“Sudah tidak ada kegiatan. Di perubahan anggaran pun karena waktunya terbatas, kita khawatir tidak optimal,” imbuhnya.
Namun demikian, sambung Erry, pihak Disnakertrans sempat melakukan kegiatan dari Januari hingga Maret 2020. Setelah itu, tidak bisa lagi karena anggaran tersisa terkena refocusing.
“Sempat beberapa kegiatan terlaksana dari Januari hingga Maret. Sekarang tidak bisa karena refocusing,”bebernya.
Sementara itu, Aktivis Cirebon Rizky Pratama kepada Radar mengatakan, Pemkab Cirebon harus menyiapkan skenario adaptasi kebiasaan baru (AKB) unuk berbagai sektor , salah satunya yang penting adalah bidang perekonomian dimana di bidang ini banyak instansi yang terlibat.
“Pemkab harus menyiapkan pemulihan sektor ekonomi. Terlebih, jumlah pengangguran juga saat ini pasti bertambah, setelah ada PHK dan lulusan angkatan kerja baru. Kita masih butuh pelatihan-pelatihan ketenagakerjaan, terutama yang bisa menggerakan sektor wirausaha,” ungkapkanya. (dri)
Kena Refocusing, Tahun Ini Disnakertrans Tanpa Pelatihan
