SUMBER – Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) tahun 2019, mencapai Rp288 miliar. Tingginya Silpa itu, bukan tanpa alasan. Salah satunya, tidak digelarnya pekerjaan yang mepet di akhir tahun.
Bupati Cirebon Drs H Imron MAg mengatakan, tingginya Silpa tahun 2019 itu, karena ada beberapa kendala dari dana fisik. Seperti, waktu pelaksanaan pekerjaan yang tidak cukup, sehingga SKPD teknis lebih memilih tidak merealisasikan.
Selain itu, adanya kelebihan penyaluran dana dari pusat dibandingkan dengan pengajuan dari pemerintah daerah. Sedangkan sisanya merupakan Silpa atas belanja non spesifik yang meliputi, belanja pegawai yang realisasinya kurang dari anggaran Rp80 miliar.
Terdiri dari tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja yang tidak dapat di prediksi realisasinya karena mengikuti perhitungan kinerja pegawai dan gaji pegawai yang tidak dapat direalisasikan karena adanya pengurangan pegawai akibat mutasi keluar, meninggal, pensiun dan lain lainnya.
“Kemudian belanja tak terduga tidak terealisasi karena tidak ada peristiwa mendesak hang dikategorikan tanggap darurat di tahun 2019,” kata Imron kepada Radar, usai memberikan jawaban atas pandangan umum DPRD terhadap pertanggungjawaban APBD 2019, kemarin (7/7).
Dia juga menyampaikan, ada beberapa kendala yang dihadapi objek pendapatan yang tidak mencapai target. Yakni, pendapatan dana perimbangan dari pusat penetapannya mengacu pada Perpres nomor 129 tahun 2018. Namun tisam terealisasi penuh dan dicatatkan sebagai piutang transfer pusat pada laporan keuangan 2019 senilai Rp40 miliar lebih.
Berikutnya adalah, pendapatan retribusi parkir tidak mencapai target lantaran potensi parkir di Kabupaten Cirebon 60 persen berada di jalan nasional dan provinsi. Sehingga tidak terpungut secara optimal.
“Dan potensi itu juga belum didukung dengan infrastruktur perparkiran secara optimal baik dari segi sarana dan prasarana perparkiran maupun sumber daya manusia para petugas parkir,” pungkasnya. (sam)
Silpa Tinggi Imbas Infrastruktur Mandeg
