CIREBON – Dicky Suprapto gagal meraih medali emas pada Porda Jawa Barat XIII/2018 lalu di Kabupaten Bogor. Saat itu dia baru promosi ke kelas senior. Kendati demikian, pebiliar putra andalan Kota Cirebon itu berhasil menembus ke babak final dan meraih medali perak. Dicky optimitis, pada Porda 2022 mendatang, dia bisa menggondol medali emas lagi.
Empat tahun sebelumnya, Dicky sukses besar pada Porda yang berlangsung di Kabupaten Bekasi. Bersama Rudi Hartono, Nony Krystiani Andilah dan Sri Rengganis, berhasil menyumbangkan total empat medali emas untuk kontingen Kota Cirebon.
“Sangat membanggakan bisa meraih hasil maksimal saat membela Kota Cirebon,” kata Dicky saat ditemui Radar Cirebon di sela latihan pada sebuah pusat permainan biliar di Kota Cirebon.
Dicky punya keyakinan tinggi. Dia yakin bisa meraih hasil maksimal pada Porda berikutnya yang akan dihelat pada tahun 2022. Dalam debutnya di kelas senior pada Porda 2018 lalu, performa atlet kelahiran Cirebon, 9 Februari 1990 itu sebetulnya cukup menjanjikan.
Tanpa beban target dari POBSI Kota Cirebon, Dicky berhasil mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Setidaknya, sampai pertandingan babak semifinal nomor tunggal putra bola delapan. Ketika itu, dia berhasil menaklukkan salah satu pebiliar nasional asal Kabupaten Subang, Muhammad Bewi Simianjuntak dengan skor tipis 5-4.
Sayang, di partai puncak dia dikalahkan wakil Kota Bogor, Fahmi, dengan skor 1-5. Dengan demikian, Dicky harus puas dengan perolehan medali perak. “Pertandingan dua tahun lalu di Kabupaten Bogor itu jadi pelajaran banget buat saya. Sekarang saya fokus latihan untuk Porda berikutnya,” kata Dicky.
“Saya sendiri yakin banget sih, asal tetap disiplin latihan dan rutin main bareng teman-teman yang lain. Secara skill pasti terus meningkat. Untuk Porda 2022 nanti, Insya Allah saya bisa menyumbangkan medali emas lagi untuk Kota Cirebon,” imbuhnya.
Di sisi lain, POBSI Kota Cirebon memang tidak menyiapkan banyak atlet menyongsong Porda mendatang. POBSI memilih untuk fokus pada empat atlet andalannya. Masing-masing dua atlet putra dan dua atlet putri. Selain Dicky, masih ada William Johan, Nony dan Sri Rengganis.
Optimistis Bisa Rebut Emas Lagi
