RADARCIREBON.ID – Shayna Elvetta Siti Marchian, siswi kelas XI SMPN 1 Cirebon, sukses mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Bronze Medal di ajang International Mathematics Contest (IMC) 2025 yang digelar di Singapura pada 2–3 Agustus lalu.
Prestasi ini terasa istimewa karena Shayna pernah mengalami kesulitan saat belajar matematika, bahkan untuk soal penjumlahan saat masih duduk di kelas 1 SD.
Kepada Radar Cirebon, Shayna mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap matematika tumbuh sejak kecil.
Baca Juga:Pembekalan Dunia Kerja kepada Penyandang DisabilitasDisbudpar Cirebon Tegur Pengelola Versus Cafe and Resto, Ini Alasannya
Meski awalnya merasa sulit, ia justru merasa tertantang dan puas ketika berhasil memecahkan soal. Berkat dukungan penuh dari sang ibu, Shayna mengikuti bimbingan belajar dan mulai rutin ikut kompetisi.
Tak hanya IMC, Shayna sebelumnya juga meraih Bronze Medal di Olimpiade Matematika Nasional (Omnas 14) dan Silver Medal di International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC) 2025.
IMC 2025 merupakan kompetisi internasional pertamanya. Meski sempat gugup dan jatuh sakit sebelum keberangkatan, Shayna tetap belajar intensif hingga malam hari.
Keberadaan orang tua dan kakaknya yang mendampingi di Singapura menjadi dukungan moral yang sangat penting.
Shayna mengaku banyak belajar dari peserta negara lain, terutama dalam hal kemandirian dan fokus. Ia berharap bisa mengikuti lebih banyak olimpiade di masa depan, sekaligus meningkatkan kedisiplinan dan semangat belajar.
Sang ibu, Sylvi Nurrisa, menyampaikan bahwa peran orang tua sangat penting dalam melihat dan mengembangkan potensi anak sejak dini.
Meskipun Shayna bercita-cita menjadi dokter, sang ibu percaya bahwa kemampuan matematika tetap akan berguna sepanjang hayat.
Baca Juga:STMIK IKMI Cirebon Perkuat Sinergi Tridharma Perguruan TinggiPelindo Gelar Seminar Parenting Dukung Pencegahan Stunting
“Saya yakin Shayna punya potensi. Tugas saya sebagai orang tua adalah mendampingi, memfasilitasi, dan terus memberi motivasi,” tuturnya. (apr)
