Ia merinci, usulan yang masuk ke SIPD akan dibahas dalam RKPD Provinsi Jabar, lalu berlanjut ke KUA-PPAS, hingga akhirnya dapat dianggarkan dalam APBD Provinsi Jawa Barat.
“Ini akan terus saya kawal, jangan sampai aspirasi masyarakat hilang. Karena ini murni kepentingan warga desa, dan harus bisa direalisasikan,” tegasnya.
Terkait Kopdes Merah Putih, Toto menilai program tersebut sejatinya memiliki tujuan baik, yakni untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Kopdes diharapkan mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pertanian warga, sekaligus menjadi penopang suplai bahan baku ke Dapur MBG atau SPPG di desa.
Baca Juga:Sejak Kapan Pemimpin adalah Raja?Resmikan SPPG di Terisi, Kasan Basari Pesan Gunakan Bahan Berkualitas dan Air Mineral
“Kalau dikelola dengan baik, Kopdes ini bisa mendongkrak PADes dari keuntungan usaha, sekaligus memberdayakan ekonomi warga. Karena anggotanya ya warga desa itu sendiri,” ucapnya optimis. (ags)
