RADARCIREBON.ID – melakukan serangan pendahuluan pada Iran, Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.
Serangan militer yang didukung Amerika Serikat (AS) itu menunjukkan dengan gamblang bahwa pihak yang paling berkepentingan terhadap pecahnya perang ini adalah Israel.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPR RI 2010-2017, Mahfuz Sidik.
“Iran adalah negara dengan kekuatan militer terbesar yang tersisa di kawasan (Timur Tengah, red) dan diposisikan sebagai ancaman paling nyata bagi Israel,” kata Mahfuz Sidik dalam keterangannya.
Baca Juga:Mudik Aman, Kakorlantas: Butuh Kolaborasi Lintas SektorVina Gombang Diminta Bayar Rp500 Juta Supaya Dipulangkan dari China
Menurut dia, target operasi militer zionis Israel adalah mewujudkan Israel Raya (The Greater Israel), mengacu kepada sejumlah pernyataan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu. “Iran yang dianggap memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir adalah penghalang terbesar bagi ambisi zionis Israel,” kata Mahfuz Sidik.
Iran pun akhirnya melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah negara di Timur Tengah yang menjadi lokasi pangkalan militer AS seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Irak, Suriah dan Arab Saudi.
Serangan balasan ini, kata Mahfuz, berpotensi besar menciptakan perang kawasan karena menyeret sejumlah negara teluk itu ke dalam perang. Sebab, Israel punya kepentingan besar untuk menghancurkan kekuatan militer dan pemerintahan Iran, dengan melibatkan negara-negara di kawasan tersebut.
“Kita berharap bahwa negara-negara di kawasan teluk dapat menahan diri untuk tidak terlibat langsung dalam perang ini. Karena apapun situasinya, yang akan diuntungkan adalah Israel,” ujarnya.
Mahfuz berharap negara-negara di kawasan teluk akan berpikir ulang tentang kerjasama newujudkan perdamaian kawasan bersama Israel. Sejumlah negara Arab juga telah meminta AS tidak munggunakan dan mengizinkan instalasi militernya di negara mereka digunakan untuk menyerang Iran.
Mahfuz menegaskan, serangan Israel-AS terhadap Iran yang dilakukan pada bulan suci Ramadan akan memicu sentimen negatif yang luas di kalangan masyarakat muslim dunia terhadap Israel dan AS. “Israel menunjukkan tiadanya penghormatan terhadap bulan suci umat Islam,” tegas Mahfuz.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ini menilai serangan tersebut akan memporak-porandakan proposal perdamaian Presiden AS Donald Trump di Gaza. “Serangan ini dipastikan akan memperkuat penolakan masyarakat Palestina terhadap setiap inisiasi perdamaian yang melibatkan pihak Israel dan AS,” katanya.
