RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi kekeringan yang mengancam ratusan hektare sawah di Kecamatan Ligung.
Penanganan darurat dilakukan dengan menyalurkan pompa bertenaga surya (solar cell), sedangkan solusi permanennya berupa pembangunan sodetan guna mengalirkan air ke areal persawahan yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air.
Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan dirinya langsung berkoordinasi dengan BBWS setelah menerima laporan masyarakat terkait kekeringan yang viral di media sosial.
Baca Juga:Kodim 0616/Indramayu Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih di Kecamatan KrangkengTujuh Bulan Rusak, Jembatan Cilengke Belum Diperbaiki
“Dua hari lalu saya menerima informasi, termasuk dari media sosial, mengenai kekeringan yang terjadi di wilayah Legok. Malam itu juga saya langsung menghubungi Kepala BBWS agar segera menindaklanjuti keluhan masyarakat,” ujar Eman saat meninjau lokasi, Jumat (31/7/2026).
Menurut Eman, persoalan serupa sebelumnya berhasil diatasi di wilayah Jatitujuh, Kertajati, dan Pabuaran melalui pembangunan sodetan dari Bendung Rentang. Karena itu, langkah serupa dinilai menjadi solusi jangka panjang bagi kawasan terdampak di Kecamatan Ligung.
Sebagai langkah darurat, BBWS menyalurkan pompa bertenaga surya kepada kelompok tani. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban petani yang selama ini harus mengoperasikan pompa berbahan bakar solar.
“BBWS sudah memberikan bantuan pompa tenaga surya sehingga petani tidak lagi terbebani biaya bahan bakar. Dengan begitu, mereka bisa mengalirkan air ke sawah tanpa menambah biaya operasional,” kata Eman.
Ia berharap bantuan tersebut dapat mengurangi kecemasan petani dan menyelamatkan Musim Tanam (MT) II yang saat ini tengah berlangsung.
“Mudah-mudahan dengan bantuan ini petani tetap bisa mempertahankan tanamannya hingga panen,” ujarnya.
Selain penanganan darurat, Pemkab Majalengka bersama BBWS juga menyepakati pembangunan sodetan sebagai solusi permanen untuk mengairi lahan pertanian di Desa Bantarwaru dan Gunung Hape yang selama ini mengalami kekeringan.
Baca Juga:Petani Ligung Krisis Air, Bupati Eman Gerak Cepat Minta BBWS Turun TanganSemangat HUT ke-25, Partai Demokrat Hadirkan Rumah Layak untuk Marbot Musala di Kuningan
Hasil peninjauan menunjukkan terdapat aliran dari Saluran Cikamangi, namun posisi saluran yang lebih rendah dari areal persawahan membuat air tidak dapat mengalir secara gravitasi.
“Karena itu diperlukan sodetan agar air dapat dialirkan hingga ke wilayah Bantarwaru dan Gunung Hape,” jelas Eman.
