RADARCIREBON.ID – Kiper utama Persib Bandung, Teja Paku Alam, kini berada di ambang sejarah. Ia berpeluang menyamai bahkan melampaui rekor kebobolan paling sedikit yang pernah dicatatkan oleh Yoo Jae-hoon, penjaga gawang Persipura Jayapura asal Korea Selatan, pada ajang Liga Super Indonesia (LSI) 2013 silam. Saat itu, Yoo berhasil mencatatkan 17 pertandingan tanpa kebobolan atau clean sheet dalam satu musim. Hingga pekan ke-27 kompetisi berjalan, Teja telah mengoleksi 16 laga dengan gawang yang perawan.
Namun, dalam laga kandang terbaru melawan Bali United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu, 12 April 2026, rekor tersebut belum dapat terpecahkan. Meskipun Persib keluar sebagai pemenang, gawang Teja dua kali jebol. Hasil itu sekaligus menunda momen bersejarah bagi sang kiper untuk mencatatkan namanya di papan rekor Liga.
Meski peluang masih terbuka lebar, Teja mengaku tidak terlalu membebani pikirannya dengan target rekor individu. Baginya, kontribusi terhadap tim jauh lebih utama dibandingkan sekadar catatan statistik pribadi. “Pertama-tama saya ucapkan syukur. Yang penting sekarang itu kemenangan dulu,” ujar penjaga gawang bernomor punggung 14 tersebut.
Baca Juga:Calmara Cafe Kuningan: Kombinasi Menu Kekinian, Menginap di Sawah, dan Ruang Kerja FleksibelBojan Hodak Puji Kegigihan Anak Asuhnya Usai Persib Taklukkan Bali United
Pernyataan Teja menunjukkan kedewasaannya dalam memaknai persaingan. Ia menegaskan bahwa tiga poin penuh bagi Maung Bandung adalah prioritas mutlak di setiap sisa pertandingan. Fokusnya saat ini adalah menjaga tren positif tim, bukan sekadar mengejar rekor lama milik kiper asing.
Kesempatan untuk memecahkan rekor 17 laga tanpa kebobolan sebenarnya masih sangat realistis. Persib masih menyisakan tujuh pertandingan di musim reguler. Artinya, secara matematis, Teja masih punya peluang untuk menambah koleksi clean sheet-nya meskipun baru saja kebobolan dua gol.
Menariknya, Teja belum mau memikirkan hadiah atau janji spesial apabila rekor tersebut akhirnya jatuh ke tangannya. “Yang penting bisa bawa hattrick (juara beruntun) dulu,” tegasnya. Target utamanya jelas: mengantar Persib meraih gelar juara ketiga secara beruntun, sebuah pencapaian yang akan lebih bermakna dibandingkan sekadar rekor individu.
