Haji Kota Cirebon 2026 Rampung, Jamaah Siap Diberangkatkan 8 Mei

Perjalanan Haji 2026 Dimulai dari BIJB Kertajati, Semua Fasilitas Sudah Siap
SUDAH SIAP: BIJB Kertajati dipastikan siap melayani keberangkatan jamaah haji tahun 2026. Foto: Dok Bijb Kertajati
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Persiapan pemberangkatan jamaah haji Kota Cirebon tahun 2026 dipastikan telah mencapai 100 persen.

Hal ini disampaikan oleh Muhamad Iqbal Sugiana SE selaku Kepala Subbagian Tata Usaha di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Cirebon.

Menurutnya, seluruh tahapan utama telah diselesaikan dengan baik, mulai dari penerbitan dokumen perjalanan haji, pelaksanaan manasik, hingga distribusi perlengkapan jamaah.

Baca Juga:AS – Iran Batal Damai, 5 Hal Ini Jadi Pengganjal, Salah Satunya soal Selat HormuzPerundingan Damai Berakhir Buntu, AS – Iran Siap Lanjutkan Perang

Dengan kesiapan tersebut, para jamaah kini hanya tinggal menunggu waktu keberangkatan yang dijadwalkan pada 8 Mei 2026.

Distribusi koper sebagai bagian penting dari perlengkapan haji juga telah dilakukan.

Jamaah yang tergabung dalam kelompok bimbingan telah menerima koper melalui masing-masing kelompok, sementara jamaah mandiri juga telah mendapatkan koper mereka.

Koper tersebut akan dikumpulkan kembali pada 7 Mei 2026, sehari sebelum keberangkatan.

Untuk ketentuan bagasi, setiap jamaah diperbolehkan membawa koper dengan berat maksimal sekitar 30 kilogram.

Aturan ini bertujuan untuk menjaga kelancaran proses logistik selama perjalanan menuju Tanah Suci.

“Koper sudah kami distribusikan ke jamaah, sekarang tinggal dipersiapkan isinya dan dikumpulkan sesuai jadwal sebelum keberangkatan,” ujar Iqbal.

Dari sisi kesehatan, seluruh jamaah telah memenuhi syarat istitha’ah, yaitu kemampuan fisik dan mental untuk melaksanakan ibadah haji.

Baca Juga:IPhone 15 Mulai Rp10 Jutaan! Ini Update Harga iPhone 15 Series April 2026Desain Penataan Kawasan Gedung Sate, Bakal Terintegrasi dengan Lapangan Gasibu

Pemeriksaan kesehatan telah dilakukan sejak awal sebagai bagian dari tahapan wajib sebelum pelunasan biaya haji, sehingga memastikan bahwa jamaah yang berangkat benar-benar dalam kondisi siap.

Data jamaah juga menunjukkan keberagaman usia, jamaah termuda tercatat berusia 20 tahun sebanyak dua orang, sementara jamaah tertua mencapai usia 81 tahun.

Hal ini menunjukkan bahwa ibadah haji tetap dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia selama memenuhi persyaratan kesehatan.

Jumlah jamaah haji Kota Cirebon sebanyak 278 orang, yang kemudian tergabung dalam satu kelompok terbang bersama jamaah dari daerah lain, seperti Majalengka, dengan total keseluruhan mencapai 445 orang.

Untuk mendukung kesehatan jamaah selama perjalanan, disiapkan dua tenaga medis yang terdiri dari satu dokter dan satu perawat.

“Kami memastikan seluruh jamaah dalam kondisi siap, baik dari sisi administrasi, logistik, maupun kesehatan, agar proses ibadah berjalan lancar,” jelasnya.

0 Komentar