Jalan Ambles Makin Parah, Pemkab Cirebon Didesak Segera Lakukan Perbaikan 

Jalan Watubelah rusak
AMBLES: Kerusakan ruas Jalan Watubelah-Kertasari Kecamatan Sumber semakin mengkhawatirkan para pengendara, kemarin. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kerusakan ruas Jalan Watubelah-Kertasari, Kecamatan Sumber, semakin mengkhawatirkan.

Gorong-gorong yang ambles sejak sekitar tiga bulan lalu kini terus melebar hingga membuat lebih dari setengah badan jalan ambles.

Akibatnya, kendaraan roda empat tidak lagi bisa melintas dan harus memutar melalui jalur Pasalakan hingga keluar di depan Polsek Sumber.

Lubang yang awalnya hanya berukuran kecil kini berubah menjadi amblesan besar dan dalam.

Baca Juga:Jaga Kebersihan Lingkungan, Pemdes Battembat Tutup Lokasi Sampah LiarKonsolidasi Nasional PSGA 2026, Meneguhkan Ekosistem PTKI yang Adil Gender dan Inklusif

Pengendara sepeda motor pun harus bergantian saat melintas karena hanya tersisa sebagian badan jalan yang masih bisa digunakan.

Salah seorang pengendara, Heri, mengaku waswas setiap kali melintasi ruas jalan tersebut. Menurutnya, kondisi jalan semakin berbahaya karena lubang terus membesar.

“Takut kalau lewat sini, apalagi malam hari. Lubangnya makin besar dan dalam. Saya khawatir ada pengendara yang jatuh atau celaka,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Ia berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan sebelum menimbulkan korban jiwa. Sebab, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat menuju Kelurahan Kertasari maupun ke arah pusat Kecamatan Sumber.

Warga sekitar, Adi menjelaskan, gorong-gorong yang ambles merupakan bangunan lama. Saat pertama kali dibuat, gorong-gorong itu hanya berfungsi menampung aliran air berukuran kecil sehingga konstruksinya hanya menggunakan susunan batu bata.

Seiring perkembangan wilayah, ruas jalan tersebut kemudian ditinggikan dan menjadi jalur utama yang dilalui kendaraan setiap hari.

Namun, peningkatan badan jalan itu tidak diikuti dengan pembangunan pondasi maupun rangka beton yang memadai di atas gorong-gorong.

Baca Juga:Data PJU Kabupaten Cirebon dan PLN Selisih 48 Ribu Titik, Tagihan Listrik Nyaris Rp3 MiliarBahas Pertanggungjawaban Realisasi APBD 2025, Komisi I DPRD Cirebon Puji Kinerja Setwan 

Akibatnya, beban kendaraan terus menekan konstruksi lama yang hanya ditopang susunan batu bata. Setelah bertahun-tahun, struktur tersebut mulai lapuk hingga akhirnya ambles.

Menurut warga, kerusakan mulai terlihat sekitar tiga bulan lalu dalam bentuk retakan dan lubang kecil.

Namun, karena tetap dilalui banyak kendaraan setiap hari, lubang terus melebar hingga kini menghabiskan lebih dari separuh badan jalan.

Saat ini kendaraan roda empat tidak lagi dapat melintas. “Kendaraan roda tiga saja sudah susah untuk lewat. Ya kecuali yang supirnya lihai saja,” ujar Adi.

0 Komentar