Bidik Teknologi PSEL untuk Olah Seribu Ton Sampah 

Kabid PKPL DLH Kabupaten Cirebon, Alfian Rediana
BIDIK PSEL: Kabid PKPL DLH Kabupaten Cirebon, Alfian Rediana menyampaikan terkait penanganan sampah melalui teknologi modern, kemarin. FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon mulai melakukan strategi pemulihan lingkungan dalam penanganan sampah melalui teknologi modern.

Salah satunya, membidik pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Teknologi ini dinilai mampu mengolah seribu ton sampah per hari. Langkah tersebut sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah yang kian meningkat.

Baca Juga:Konsolidasi Nasional PSGA 2026, Meneguhkan Ekosistem PTKI yang Adil Gender dan InklusifData PJU Kabupaten Cirebon dan PLN Selisih 48 Ribu Titik, Tagihan Listrik Nyaris Rp3 Miliar

Kabid Peningkatan Kapasitas dan Pemulihan Lingkungan (PKPL) DLH Kabupaten Cirebon, Alfian Rediana mengatakan, optimalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saja tidak lagi mencukupi, namun perlu juga pembenahan.

Pembenahan tersebut, kata Alfian, harus dibarengi dengan terobosan melalui penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.

“Kalau hanya mengandalkan TPA, tentu tidak akan berjalan efektif. Salah satu solusi jangka panjangnya yang paling rasional adalah melalui pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik,” ujar Alfian.

Menurutnya, pembangunan PSEL bukan pekerjaan yang mudah. Sebab, membutuhkan investasi besar.

Termasuk dukungan regulasi, serta kesiapan berbagai aspek teknis. Meski demikian, peluang merealisasikan proyek tersebut mulai terbuka setelah adanya dukungan dari pemerintah pusat.

“Memang tidak mudah membangun PSEL ini. Karena itu, DLH tengah menjalani proses koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait rencana pembangunan fasilitas tersebut, yang harapannya bisa segera masuk ke tahapan berikutnya,” terangnya.

Kafa Alfian, apabila proyek tersebut terealisasi, kapasitas pengolahan sampah di Kabupaten Cirebon diproyeksikan melonjak signifikan.

Baca Juga:Bahas Pertanggungjawaban Realisasi APBD 2025, Komisi I DPRD Cirebon Puji Kinerja Setwan Korps Raport! 114 Personel Polresta Cirebon Naik Pangkat, Ini Pesan Kombes Imara Utama

Sedikitnya, seribu ton sampah per hari dapat diolah menjadi energi listrik sehingga tidak lagi seluruhnya berakhir di TPA.

“Tapi, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi. Pembenahan di sektor hulu juga menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga perbaikan sistem pengangkutan sampah,” paparnya.

Ia menambahkan, kedepan manajemen pengangkutan harus diperkuat agar alur sampah dari masyarakat menuju TPA lebih terukur.

“Kami perlu memperkuat manajemen SDM pengelola persampahan serta tata kelola pengangkutan yang lebih disiplin. Kinerjanya juga harus terukur agar volume sampah yang ada bisa terangkut maksimal, tentu dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya. (sam)

0 Komentar