Selain untuk pemetaan kemampuan akademik, hasil TKA juga akan digunakan sebagai salah satu komponen dalam seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi. Nilai TKA nantinya akan digabungkan dengan nilai rapor siswa. Kombinasi kedua nilai tersebut menjadi salah satu indikator dalam menentukan jalur prestasi.
Meski demikian, Komalasari menegaskan bahwa TKA tidak menentukan kelulusan siswa. Kelulusan tetap sepenuhnya menjadi kewenangan sekolah. Ia menjelaskan, dalam sistem asesmen pendidikan terdapat dua bentuk penilaian. Pertama asesmen yang dilakukan oleh pemerintah. Kedua asesmen yang dilakukan oleh satuan pendidikan.
“TKA tidak menentukan kelulusan. Kelulusan tetap ditetapkan oleh sekolah. TKA adalah asesmen yang dilakukan pemerintah untuk melihat capaian akademik siswa,” tegasnya.
Baca Juga:Walikota Siap Hadapi Laporan dan RDP, KAI Masih Koordinasi InternalProyek Sukalila – Kalibaru Jalan Terus, Hari Ini BBWSCC, Kodam III, dan Pemkot Kumpul di Kesbangpol
Pelaksanaan TKA sendiri dilakukan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan. Untuk jenjang SMA, tes tersebut telah dilaksanakan sejak November tahun lalu. Kemudian disusul jenjang SMP pada awal April. Sementara untuk jenjang SD dilaksanakan pada minggu ketiga April. “Pelaksanaannya memang berjenjang. SMA sudah lebih dulu, kemudian SMP, dan sekarang SD,” katanya.
BBPMP Jawa Barat, lanjut Komalasari, juga terlibat sejak tahap awal perencanaan pelaksanaan TKA. Pendampingan dilakukan bersama pemerintah daerah dan satuan pendidikan. Pendampingan tersebut meliputi berbagai aspek.
Mulai dari memastikan kesiapan sarana dan prasarana, koordinasi pendaftaran peserta, hingga pelaksanaan uji coba sistem. “Dari awal kami memastikan kesiapan sarana prasarana. Kemudian berkoordinasi dengan dinas pendidikan terkait pendaftaran peserta,” ujarnya.
Tahapan berikutnya adalah memastikan kesiapan teknis melalui gladi bersih pelaksanaan tes. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kendala teknis saat pelaksanaan berlangsung. BBPMP juga memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan asesmen tersebut.
Selain pemantauan TKA, BBPMP Jawa Barat juga meninjau program revitalisasi sekolah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat. Program tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi prioritas Presiden dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan.
Revitalisasi sekolah mencakup pembangunan maupun perbaikan berbagai fasilitas pendidikan. Terutama ruang kelas yang mengalami kerusakan. Menurut Komalasari, masih banyak sekolah yang mengalami kerusakan baik kategori ringan, sedang, maupun berat. Karena itu pemerintah pusat memberikan dukungan melalui program revitalisasi.
