Penutup Drainase Jl Cipto Dicuri, Lubang Menganga Ancam Keselamatan Pengendara

penutup drainase yang hilang
DIUKUR: Petugas DPUTR Kota Cirebon melakukan pengecekan dan pengukuran pada lokasi penutup drainase yang hilang. FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Hilangnya besi penutup drainase di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan. Lubang yang dibiarkan terbuka selama kurang lebih dua pekan dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengukuran sebagai langkah awal perbaikan, Senin (20/4/2026).

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kota Cirebon, Totong Rusmawan, mengatakan pihaknya telah mengecek penutup drainase yang hilang di Jalan Cipto Mangunkusumo. Berdasarkan penelusuran sementara, penutup drainase tersebut diduga hilang akibat dicuri.

Baca Juga:OC Strategy Bangun Komunitas Trader di Cirebon Hasil Muscab, 4 Calon Ketua PKB Cirebon Berebut Restu Cak Imin

Menurutnya, kasus pencurian penutup drainase bukan hal baru dan kerap terjadi karena material besi memiliki nilai jual. “Penutup drainase itu diperkirakan hilang sekitar dua minggu lalu. Pencurian besi seperti ini memang marak terjadi,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Totong menambahkan, saat ini pihaknya tengah memproses perbaikan dengan melakukan pengukuran di lokasi. Namun, perbaikan belum dapat dilakukan secara langsung karena harus melalui tahapan pengadaan material.

“Masih dalam tahap pengukuran. Untuk perbaikan, kami harus mengadakan material besi terlebih dahulu. Ini masuk dalam penanganan bidang sumber daya air (SDA). Kami upayakan segera diperbaiki,” jelasnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, aparat kepolisian telah memasang pembatas (barrier) di sekitar lubang drainase. Langkah tersebut dilakukan agar pengendara lebih waspada saat melintas, terutama pada malam hari atau saat arus lalu lintas padat.

Alpin (27), pedagang es batu di sekitar lokasi, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan sempat menimbulkan kekhawatiran warga serta pengguna jalan.

“Sudah sekitar dua minggu dipasang barrier oleh polisi karena berbahaya. Dikhawatirkan ada pengendara yang terjatuh atau mengalami kecelakaan,” katanya.

Menurut Alpin, meskipun sudah diberi pembatas, keberadaan lubang tersebut tetap mengganggu kelancaran lalu lintas. Pengendara kerap memperlambat laju kendaraan atau menghindar secara mendadak, yang berpotensi memicu kecelakaan.

Baca Juga:Tenaga Honorer Masih Ada di Kabupaten Cirebon, Dominan di Sektor PendidikanSering Bermasalah, DPKPP Cirebon Siapkan Sistem Baru Serah Terima Aset Perumahan

Warga berharap pemerintah kota segera mempercepat proses perbaikan agar kondisi jalan kembali aman dan nyaman dilalui. Selain itu, pengawasan terhadap fasilitas umum juga diharapkan diperketat untuk mencegah kasus serupa terulang. (cep)

0 Komentar