RADARCIREBON.ID – Libur panjang pada bilan Mei nanti merupakan momen yang dinanti oleh banyak masyarakat.
Banyak orang yang menganggap bahwa libur panjang merupakan kesempatan emas yang ditunggu karena momen ini digunakan untuk beristirahat.
Tak sedikit orang juga yang menjadikan libur panjang bulan mei nanti untuk berkunjung ke rumah orang tua atau balik ke kampung halaman mereka dan berwisata dengan orang tersayang.
Baca Juga:Hubungkan Teori dengan Praktik Nyata, PGSD IPB Cirebon Helat Program Praktisi MengajarPrediksi Bhayangkara FC vs Persib Bandung, Hati-hati Rekor Tandang Maung Bandung
Mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, terdapat sejumlah tanggal yang berpotensi membentuk long weekend atau libur panjang.
Secara keseluruhan, pemerintah telah menetapkan 17 hari libur nasional serta 8 hari cuti bersama sepanjang tahun 2026.
Pada bulan Mei 2026, terdapat empat hari libur nasional:
- Periode libur berlangsung selama tiga hari, yakni Jumat hingga Minggu, 1–3 Mei 2026. Rangkaian libur ini diawali dengan peringatan Hari Buruh Internasional pada hari Jumat, lalu dilanjutkan dengan akhir pekan pada Sabtu dan Minggu.
- Periode Kamis hingga Minggu, 14–17 Mei 2026, menjadi salah satu waktu libur panjang yang dinilai paling tepat. Hal ini karena hari libur nasional Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh pada Kamis, disambung dengan cuti bersama pada Jumat, 15 Mei 2026, serta berlanjut hingga akhir pekan pada Sabtu dan Minggu.
- Pada akhir Mei 2026, terdapat momen libur yang diperkirakan akan sangat dinantikan masyarakat. Hari Raya Iduladha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, kemudian dilanjutkan dengan cuti bersama pada Kamis, 28 Mei 2026.
Apabila masyarakat menambahkan cuti pribadi pada Jumat, 29 Mei 2026, maka rangkaian libur tersebut dapat berlanjut hingga akhir pekan, bertepatan dengan Hari Raya Waisak pada Minggu, 31 Mei 2026, serta Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026.
Dengan perencanaan tersebut, masyarakat berkesempatan menikmati masa libur yang cukup panjang, yakni selama enam hari berturut-turut, mulai dari 27 Mei hingga 1 Juni 2026.
Kondisi ini berpotensi memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah titik, terutama pada jalur utama menuju destinasi wisata.
Lonjakan volume kendaraan pribadi maupun transportasi umum dapat menyebabkan perlambatan arus, hingga kemacetan di waktu-waktu tertentu, khususnya pada perjalanan berangkat dan perjalanan pulang.
